Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.126 per Dolar AS

2 min read
Rupiah Dibuka Lesu ke Rp18.126 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka melemah 44 poin atau 0,24 persen ke Rp18.126 per dolar AS pada Jumat pagi, seiring mayoritas mata uang Asia turut melemah.
  • Sentimen risk off global, terkait kekhawatiran sektor AI dan respons negatif pasar terhadap hasil pemilu paruh waktu AS, diproyeksikan menekan rupiah.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui perkiraan membatasi pelemahan rupiah; pasar juga menanti data NFP AS, dengan kisaran perdagangan Rp18.050-Rp18.150 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times -Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada Jumat (6/11/2026) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp18.126 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan penutupan kemarin.

  1. 1. Pergerakan mata uang di Asia

    Pergerakan mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:

    • Bath Thailand melemah 0,03 persen
    • Ringgit Malaysia melemah 0,01 persen
    • Pesso Filipina melemag 0,04 persen
    • Dolar Taiwan melemah 0,04 persen
    • Yen Jepang melemah 0,26 persen

  2. 2. Ada sejumlah sentimen picu pelemahan rupiah

    Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah diperkirakan kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

    Sentimen risk off di pasar global, dipicu kekhawatiran investor terhadap perkembangan sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta respons negatif pasar terhadap hasil pemilu paruh waktu AS, berpotensi membebani pergerakan rupiah.

  3. 3. Pelemahan rupiah diproyeksi tidak akan melemah terlalu dalam

    Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu dalam. Hal ini ditopang oleh rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan pada Kamis (5/11), sehingga dapat memberikan sentimen positif bagi mata uang domestik.

    Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi AS, terutama data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis malam ini. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

    "Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp18.050-Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.

Related Articles

See More