Ekonomi Kuartal III-2026 Tembus 5,47 Persen, Rupiah Menguat

Rupiah ditutup menguat 86 poin atau 0,47 persen ke Rp18.082 per dolar AS pada Kamis, sementara kurs tengah JISDOR BI berada di Rp18.094.
Penguatan rupiah didorong pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 sebesar 5,47 persen secara tahunan dan pelemahan indeks dolar AS di tengah dinamika politik Amerika Serikat.
Analis memprediksi rupiah berfluktuasi lalu melemah pada perdagangan Jumat di rentang Rp18.080-Rp18.130, dengan tekanan domestik dari inflasi harga barang pokok.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis, (5/11/2026).
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 86 poin atau 0,47 persen ke Rp18.082 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, kurs rupiah dibuka menguat 79 poin ke Rp18.089 per dolar AS.
1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI
Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.094 per dolar AS.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah kemarin, Rabu (4/11/2026) yang ada di level Rp18.140 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami penguatan pada sore ini dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
2. Pertumbuhan ekonomi kuartal III dorong penguatan rupiah
Analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah didorong oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 yang mencapai 5,47 persen secara year on year (yoy).
Di sisi lain, indeks dolar AS juga mencatatkan pelemahan, dibayangi dinamika politik di Amerika Serikat (AS) setelah Partai Demokrat menang telak dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections).
Pelaku pasar masih berhati-hati sembari menunggu arah kebijakan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
“Perhatian pasar selanjutnya kini tertuju pada data ketenagakerjaan AS yang diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed dengan data klaim pengangguran mingguan (Initial Jobless Claims) yang akan dirilis malam ini, diikuti oleh data Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis hari Jumat besok,” tutur Ibrahim dalam keterangan resmi.
3. Rupiah diprediksi masih melemah besok
Meski begitu, tantangan terhadap perekonomian domestik masih besar, terutama dari sisi inflasi akibat kenaikan harga barang pokok. Ibrahim pun memprediksi kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar AS untuk perdagangan besok, Jumat (6/11/2026).
“Untik perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp18.080-18.130,” ujar Ibrahim.





















