Selain itu, pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat The Fed turut mendorong penguatan dolar AS. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams sama-sama menilai inflasi AS masih berada di level yang terlalu tinggi, sehingga kehati-hatian dalam pelonggaran kebijakan moneter tetap diperlukan.
Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Di sisi domestik, belum terdapat sentimen positif yang cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah. Akibatnya, mata uang Indonesia diperkirakan masih berada di bawah tekanan seiring menguatnya dolar AS di pasar global.
"Alhasil, rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini," tegasnya.