Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan juga tidak memberikan dukungan terhadap rupiah. Namun, menurut Lukman, dampaknya relatif terbatas karena keputusan tersebut sebelumnya telah diantisipasi pasar dan sudah tercermin dalam harga aset atau priced in.
"Penahanan suku bunga oleh BI memang tidak mendukung rupiah, namun juga tidak terlalu berdampak karena sudah diantisipasi dan priced in," katanya.
Lukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam perdagangan selanjutnya. Rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Menurut dia, ruang pelemahan rupiah masih terbuka kecuali Bank Indonesia kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar.