Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Jalan di Tempat, Investor Masih Wait and See

2 min read
Rupiah Jalan di Tempat, Investor Masih Wait and See
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah stagnan di level Rp18.156 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa.

  • Rupiah berpeluang menguat terbatas karena penurunan harga minyak mentah dunia.

  • Investor berhati-hati menanti agenda ekonomi, pemilu paruh waktu AS, dan mencermati lemahnya sentimen pasar ekuitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat tidak bergerak alias stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.15 WIB, rupiah berada di level Rp18.156 per dolar AS, tanpa perubahan. Posisi tersebut menunjukkan nilai tukar rupiah belum bergerak dari level sebelumnya pada perdagangan Senin (2/11/2026).

  1. 1. Rupiah berpeluang menguat terbatas

    Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dalam rentang yang relatif sempit. Meski begitu, rupiah memiliki peluang untuk menguat secara terbatas, salah satunya didukung penurunan harga minyak mentah dunia.

    Penurunan harga minyak tersebut dipengaruhi harapan adanya pembicaraan damai untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

    "Rupiah diperkirakan masih berfluktuatif dalam rentang ketat dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar oleh harapan pembicaraan damai Timur Tengah," kata dia.

  2. 2. Investor masih menunggu pemilu paruh waktu AS

    Di sisi lain, Lukman menilai investor masih cenderung berhati-hati karena pekan ini dipenuhi sejumlah agenda dan rilis data ekonomi. Pelaku pasar juga mencermati pemilihan legislatif paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat.

    Pemilu paruh waktu AS merupakan pemilihan anggota Kongres yang digelar di tengah masa jabatan presiden. Hasilnya dapat mengubah komposisi kekuatan politik di parlemen.

    "Investor umumnya masih berhati-hati di tengah minggu yang padat data ekonomi dan juga mengantispasi pemilu legislatif paruh waktu AS," ujarnya.

  3. 3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang perdagangan

    Pergerakan rupiah juga masih dipengaruhi kondisi pasar saham atau ekuitas. Menurut Lukman, sentimen di pasar ekuitas masih lemah sehingga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah.

    "Pergerakan rupiah juga masih akan didikte oleh sentimen di pasar ekuitas yang masih lemah," tuturnya.

    Lukman memperkirakan mata uang Garuda bakal bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Selasa.

Related Articles

See More