Sektor Ini yang Bikin Ekspor Korsel Melejit Tembus Rekor 50 Tahun

- Ekspor Korea Selatan pada Oktober 2026 melonjak 93,7 persen menjadi 115,28 miliar dolar AS, pertumbuhan tertinggi sejak Januari 1974, didukung tambahan hari kerja akibat pergeseran libur Chuseok.
- Akumulasi ekspor Januari–Oktober mencapai 930 miliar dolar AS, sementara surplus perdagangan bulanan sebesar 42,5 miliar dolar AS; pengiriman ke China dan AS masing-masing naik 134 persen dan 186 persen.
- Semikonduktor memimpin kenaikan dengan ekspor 56,4 miliar dolar AS, disusul lonjakan komputer; pemerintah menargetkan ekspor tahunan 1 triliun dolar AS, meski menyoroti risiko perdagangan global bagi UKM.
Jakarta, IDN Times – Korea Selatan (Korsel) mencatatkan lonjakan ekspor yang hampir mencapai dua kali lipat sepanjang Oktober 2026. Berdasarkan data perdagangan yang dirilis pada Minggu (1/11/2026), nilai pengiriman barang ke luar negeri mencapai 115,28 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp2.086,57 triliun, tumbuh 93,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilansir Channel News Asia (CNA), pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi sejak Januari 1974 atau dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Angkanya juga melampaui kenaikan September sebesar 83,7 persen serta sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi median ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan pertumbuhan 93,2 persen, berkat tambahan hari kerja akibat pergeseran libur Chuseok.
1. Korsel mengumpulkan ekspor tahunan 930 miliar dolar

ilusrasi kapal berlayar (pexels.com/Tom Fisk) Nilai ekspor Oktober tersebut menjadi yang tertinggi kedua sepanjang sejarah perdagangan Korsel, hanya berada di bawah rekor September sebesar 121,1 miliar dolar AS (setara Rp2.191,91 triliun). Mengutip Chosun Biz, akumulasi ekspor sejak awal tahun hingga akhir Oktober telah mencapai 930 miliar dolar AS (setara Rp16,83 kuadriliun), sekaligus menjadi pertama kalinya angka tersebut melampaui 900 miliar dolar AS (setara Rp16,29 kuadriliun). Dengan capaian itu, Korsel hanya membutuhkan tambahan 70 miliar dolar AS (setara Rp1.267 triliun) untuk masuk ke kelompok negara dengan ekspor tahunan 1 triliun dolar AS (setara Rp18,1 kuadriliun), yang saat ini dihuni AS, China, dan Jerman.
Realisasi tersebut juga jauh melampaui rekor ekspor tahunan Korsel sebelumnya sebesar 709,7 miliar dolar AS (setara Rp12,85 kuadriliun) yang tercatat tahun lalu. Sementara itu, rata-rata ekspor harian setelah disesuaikan dengan jumlah hari kerja meningkat 76 persen menjadi 5,24 miliar dolar AS (setara Rp94,84 triliun), sekaligus mempertahankan capaian di atas 5 miliar dolar AS (setara Rp90,5 triliun) selama dua bulan berturut-turut.
Berdasarkan negara tujuan, ekspor Korsel ke China meningkat 134 persen menjadi 27 miliar dolar AS (setara Rp488,7 triliun) dan konsisten berada di atas 20 miliar dolar AS (setara Rp362 triliun) selama lima bulan berturut-turut. Pengiriman menuju AS juga mengalami peningkatan tajam sebesar 186 persen hingga mencapai 24,9 miliar dolar AS (setara Rp450,69 triliun).
Pada sektor impor, nilainya bertambah 36 persen menjadi 72,78 miliar dolar AS (setara Rp1.317,32 triliun), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 26 persen pada September. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar secara tahunan sejak Januari 2022, sementara neraca perdagangan mencatatkan surplus bulanan 42,50 miliar dolar AS (setara Rp769,25 triliun), sedikit di bawah rekor sebelumnya sebesar 49,97 miliar dolar AS (setara Rp904,46 triliun). Secara kumulatif, surplus perdagangan mencapai 294,9 miliar dolar AS (setara Rp5,34 kuadriliun), meningkat 239,1 miliar dolar AS (setara Rp4,33 kuadriliun) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
2. Semikonduktor dan komputer mendorong pertumbuhan ekspor

Ilustrasi AI (pexels.com/Tara Winstead) Sektor semikonduktor menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor mencapai 56,4 miliar dolar AS (setara Rp1.020,84 triliun), meningkat 259,4 persen. Capaian tersebut merupakan rekor tertinggi kedua setelah September yang mencatatkan nilai 60,3 miliar dolar AS (setara Rp1.091,43 triliun), seiring meningkatnya investasi berkelanjutan perusahaan teknologi global yang bersaing memimpin industri kecerdasan buatan (AI).
Kenaikan harga produk memori turut memberikan dorongan terhadap nilai ekspor. Memori DDR5 16Gb naik 25 persen dalam empat bulan, dari 40 dolar AS (setara Rp724 ribu) pada Juni menjadi 50 dolar AS (setara Rp905 ribu) pada Oktober, sedangkan harga memori kilat NAND 128Gb meningkat dari 28,8 dolar AS (setara Rp521.280) menjadi 30,6 dolar AS (setara Rp553.860).
Pertumbuhan ekspor juga menjangkau berbagai sektor lainnya. Dari 20 kategori komoditas utama, sebanyak 18 di antaranya mengalami peningkatan, sementara ekspor kapal dan barang rumah tangga mengalami penurunan, dengan pertumbuhan ekspor nonsemikonduktor secara keseluruhan mencapai 34 persen. Pengiriman komputer mencatatkan lonjakan 496,6 persen menjadi 5,85 miliar dolar AS (setara Rp105,89 triliun), didorong perluasan infrastruktur pusat data dan meningkatnya kebutuhan peladen penyimpanan untuk kecerdasan buatan.
Industri otomotif membukukan rekor ekspor Oktober setelah pengiriman mobil meningkat 18,1 persen menjadi 6,55 miliar dolar AS (setara Rp118,56 triliun), terutama berkat tingginya permintaan kendaraan hibrida. Ekspor perangkat komunikasi nirkabel turut bertambah 6,7 persen menjadi 1,95 miliar dolar AS (setara Rp35,30 triliun) seiring peluncuran produk baru Apple, sedangkan minyak olahan meningkat 80 persen menjadi 6,92 miliar dolar AS (setara Rp125,25 triliun) dan petrokimia tumbuh 27,5 persen menjadi 4 miliar dolar AS (setara Rp72,4 triliun) akibat kenaikan harga minyak yang dipicu perang di Timur Tengah.
Ekspor baja mengalami peningkatan 22,3 persen menjadi 2,29 miliar dolar AS (setara Rp41,45 triliun), sementara peralatan listrik tumbuh 74 persen menjadi 1,99 miliar dolar AS (setara Rp36,02 triliun). Sebaliknya, pengiriman kapal turun 43,6 persen menjadi 2,64 miliar dolar AS (setara Rp47,78 triliun) akibat efek basis dari pengiriman anjungan lepas pantai senilai 2,47 miliar dolar AS (setara Rp44,71 triliun) ke Brasil pada tahun sebelumnya.
3. Pemerintah Korsel optimistis ekspor tembus 1 triliun dolar

ilustrasi kapal kontainer (pexels.com/Georg Wietschorke) Menteri Industri Kim Jung-kwan menilai pencapaian perdagangan tersebut membuka peluang bagi Korsel untuk memecahkan rekor ekspor tahunan. Ia bahkan memperkirakan target ekspor 1 triliun dolar AS (setara Rp18,1 kuadriliun) dapat tercapai pada November.
“Mengikuti pertumbuhan yang kuat dalam ekspor yang melebihi 110 miliar dolar pada bulan Oktober setelah September, mencapai ekspor tahunan sebesar 1 triliun dolar pada bulan November menjadi pasti,” ujarnya.
Jung-kwan juga menjelaskan bahwa perkembangan industri teknologi tinggi menjadi salah satu faktor utama yang menopang peningkatan ekspor.
“Hasil ini didorong oleh perluasan permintaan di industri-industri berteknologi tinggi seperti semikonduktor dan upaya perusahaan-perusahaan kami dalam mempertahankan daya saing meskipun dalam kondisi yang menantang,” katanya.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Jung-kwan mengingatkan bahwa sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah masih menghadapi ketidakpastian perdagangan global. Tantangannya meliputi meningkatnya kebijakan yang mengutamakan kepentingan domestik di negara-negara besar, perubahan rantai pasok global, hingga ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah Korsel berkomitmen memperluas kerja sama perdagangan dengan negara-negara mitra untuk mengurangi risiko bisnis yang dihadapi perusahaan.


![[QUIZ] Dari Hobi Kak Ros Upin & Ipin, Ini Ide Bisnis yang Cocok buat Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260605/1000015303_08eeceec-948c-41d5-b90f-1a0d319b372d.jpg)



















