Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Kalah Lawan Dolar AS, Ditutup Melemah ke Rp17.188

Rupiah Kalah Lawan Dolar AS, Ditutup Melemah ke Rp17.188
ilustrasi mata uang rupiah (vecteezy.com/Onyengradar .)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.188,5 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, turun 50 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Mayoritas mata uang Asia ikut melemah, sementara analis menilai pelemahan rupiah masih terbatas berkat sentimen positif dari kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon.
  • Sentimen domestik negatif akibat fundamental ekonomi yang melemah dan revisi turun proyeksi pertumbuhan Indonesia oleh IMF menjadi 5 persen untuk tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada akhir perdagangan Jumat (17/4/2026) sore. Rupiah tercatat melemah ke level Rp17.188,5 per dolar AS per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda melemah 50 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Rupiah kemarin ditutup menguat ke level Rp17.138 per dolar AS.

1. Pergerakan mata uang di Asia sore ini

Lebih rinci, mata uang di Asia kompak melemah, rinciannya:

  • Bath Thailand melemah 0,11 persen
  • Pesso Filipina melemah 0,06 persen
  • Won Korea melemah 2,41 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,04 persen
  • Yen Jepang melemah 0,07 persen

2. Pelemahan rupiah hanya akan terbatas

Pengamat pasar uang, Lukman Leong menilai perlemahan rupiah mungkin tidak akan terlalu dalam atau masih terbatas. Faktor pendorongnya adalah pernyataan dari Presiden AS Donald Trump mengenai adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

"Pernyataan Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon bisa membatasi perlemahan," ujar Lukman.

3. Ada faktor sentimen domestik

Sentimen domestik Indonesia masih negatif. Rupiah terbebani oleh kondisi fundamental ekonomi yang melemah serta dampak dari langkah Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang melakukan downgrade atau penurunan peringkat prospek ekonomi Indonesia.

Sebelumnya, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dengan menurunkannya menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,1 persen dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2026.

Revisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal pada perekonomian global. Meski menurun pada tahun ini, IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan kembali bangkit di level 5,1 persen pada tahun depan.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More