BUMD Jakarta Diminta Naik Kelas, Pramono Dorong Ekspansi Bisnis

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong BUMD untuk naik kelas dengan memperluas ekspansi bisnis ke luar daerah agar lebih kompetitif dan memberi manfaat ekonomi bagi Jakarta.
- Pramono mengingatkan tantangan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik global dan potensi dampak El Niño, serta menekankan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan BUMD.
- Forum BUMD Leaders 2026 membahas percepatan investasi, sinergi pembiayaan, penjaminan proyek strategis, serta optimalisasi aset melalui pengembangan properti dan infrastruktur guna memperkuat kemandirian finansial BUMD.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta untuk meningkatkan daya saing dan tidak hanya fokus di pasar domestik. Ia meminta BUMD mulai berani melakukan ekspansi ke tingkat yang lebih luas.
“Tidak menjadi pemain lokal, jago kandang, tetapi harus mampu bersaing di luar daerah. Misalnya Bank Jakarta, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan BUMD lainnya. Saya yakin ini juga akan memberi manfaat bagi Jakarta,” ujar Pramono dalam keterangannya dikutip, Sabtu (18/4/2026).
1. Ingatkan ada tantangan ketidakpastian glonal hingga fenomena El Nino

Di tengah upaya memperkuat peran BUMD sebagai pilar ekonomi Jakarta Global City, Pramono juga mengingatkan adanya tantangan eksternal, mulai dari ketidakpastian geopolitik global hingga potensi dampak fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada periode April–September.
Pramono optimistis pengelolaan yang profesional akan membuat BUMD Jakarta semakin tangguh menghadapi tekanan ekonomi ke depan. Forum ini juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, penjaminan proyek melalui PT Jamkrida Jakarta, hingga optimalisasi aset BUMD.
“Saya minta mereka juga mempersiapkan diri. Dengan demikian, konsolidasi BUMD dan pembangunan corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dan profesional bisa dilakukan,” kata dia.
2. Membahas akselerasi kinerja investasi

Kepala BP BUMD DKI Jakarta mengatakan forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Desember 2025. Pada BUMD Leaders 2026, terdapat tiga topik utama yang dibahas. Topik pertama ialah akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing serta sinergi pembiayaan.
"Pada triwulan I 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek strategis sekaligus memperkuat struktur permodalan BUMD," ungkapnya.
3. Optimalkan investasi dan pengembangan bisnis

Topik kedua adalah optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis, termasuk penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta serta optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta. Melalui skema ini, risiko proyek dapat dikelola lebih baik sehingga meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan.
Adapun topik ketiga ialah peningkatan produktivitas aset strategis sebagai pendorong investasi dan sumber pendapatan baru, antara lain melalui pengembangan properti seperti hotel, hunian mixed-use, park and ride, serta infrastruktur pengolahan air limbah, distribusi, dan pengolahan pangan.

















