Profil Bos Baru Shell Indonesia Andri Pratiwa Berkarier 23 Tahun

- Shell menunjuk Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia efektif 1 Mei 2026, sambil tetap menjabat General Manager Lubricants Indonesia.
- Andri memiliki pengalaman 23 tahun di Shell, memimpin berbagai posisi strategis termasuk pengembangan tim penjualan dan efisiensi distributor sejak awal kariernya pada 2003.
- Sebagai pemimpin baru, Andri berkomitmen memperkuat bisnis pelumas melalui investasi berkelanjutan seperti pabrik grease di Marunda serta mendorong kontribusi positif bagi ekonomi nasional.
Jakarta, IDN Times - Shell menunjuk Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia yang baru. Jabatan tersebut akan diemban efektif mulai 1 Mei 2026.
Meski menjabat sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia, Andri dipastikan tetap memegang posisi lamanya sebagai General Manager Lubricants Indonesia. Keputusan ini diambil di tengah fokus perusahaan memperkuat bisnis pelumas di tanah air.
Langkah ini juga sejalan dengan proses pengalihan bisnis SPBU Shell kepada Citadel Pacific Limited dan Sefas Group yang sudah direncanakan sebelumnya. Andri akan mengawal fase transisi strategis ini.
1. Perjalanan karier selama dua dekade

Andri Pratiwa merupakan veteran di Shell dengan masa bakti mencapai 23 tahun. Kariernya dimulai sebagai B2B Key Account Manager pada 2003, di mana dia berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis dua digit secara tahunan.
Kemampuannya memimpin tim mulai terlihat saat dia menjabat GM Sales B2B Key Account pada 2008. Saat itu, dia fokus mengamankan akun-akun besar di sektor industri secara agresif selama lebih dari tiga tahun.
Pada 2011, dia menginisiasi kerangka kompetensi penjualan untuk memperkuat kualitas tim lini depan. Dia juga menerapkan strategi penyederhanaan distributor agar menjadi lebih besar dan efisien dalam operasionalnya.
2. Pengalaman di lini Lubricants Indonesia

Andri kemudian menjabat Deputy Director Lubricants Indonesia dan VP Sales B2B Indirect and Mining pada 2020. Dia bertugas mengawal perilaku ketahanan serta pola pikir agile selama masa pandemik COVID-19.
Sejak Agustus 2021 hingga saat ini, dia menjabat sebagai Managing Director Lubricants Indonesia. Dia memimpin perjalanan bisnis menuju aspirasi potensi maksimal serta mengembangkan talenta Indonesia untuk skala global.
3. Fokus pertumbuhan dan investasi berkelanjutan

Andri menyatakan, saat ini Shell Indonesia sedang memasuki tahap baru yang penuh dengan berbagai peluang. Dia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan untuk memimpin perusahaan dalam upaya mendorong pertumbuhan.
Dia juga berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Salah satu langkahnya adalah dengan melanjutkan investasi di bisnis pelumas.
Hal itu termasuk fasilitas Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease di Marunda. Fasilitas tersebut merupakan pelengkap bagi Pabrik Pelumas Shell yang sudah ada.
"Saya menantikan kerja sama yang erat dengan para mitra, pemerintah, pelanggan, serta masyarakat untuk mewujudkan aspirasi kami dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan," kata dia dalam keterangan tertulis.



















