Rupiah Keok Dekati Rp17 Ribu, Efek Perang AS-Iran dan The Fed

- Rupiah ditutup melemah ke level Rp16.979,5 per dolar AS akibat tekanan sentimen global dan konflik geopolitik yang memanas.
- Ketegangan antara AS dan Iran memperburuk krisis energi dunia, mengurangi pasokan minyak hingga 11 juta barel per hari.
- The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga, sementara rupiah berpotensi menembus Rp17 ribu pada awal pekan depan.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau loyo pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026). Rupiah gagal membendung tekanan sentimen global akhir pekan ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini ditutup melemah 75,50 poin atau 0,45 persen di level Rp16.979,5. Sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat merosot hingga 80 poin dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp16.904.
1. Konflik AS-Iran masih jadi sentimen negatif
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti ketegangan antara AS dan Iran. Meski Presiden AS Donald Trump mengeklaim upaya damai berjalan baik dan berjanji menghentikan serangan ke pembangkit energi Iran selama 10 hari, situasi lapangan justru kontradiktif.
AS diketahui telah mengirim ribuan pasukan ke Timur Tengah, bahkan Trump tengah mempertimbangkan serangan darat untuk menguasai Pulau Kharg yang merupakan pusat minyak strategis Iran.
"Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa proposal AS yang terdiri dari 15 poin, yang disampaikan kepada Teheran oleh Pakistan, adalah sepihak dan tidak adil," papar Ibrahim.
Dampak perang menyebabkan pasokan minyak global berkurang drastis hingga 11 juta barel per hari. Badan Energi Internasional bahkan menyebut krisis energi kali ini jauh lebih buruk dibandingkan gabungan guncangan minyak tahun 1970-an dan perang gas Rusia-Ukraina.
2. Pasar antisipasi inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga AS
Investor kini tengah bersiap menghadapi skenario inflasi tinggi di tingkat global. Pelaku pasar sempat optimistis Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan mengambil kebijakan dovish atau pelonggaran dengan memotong suku bunga sebanyak dua kali.
Namun, harapan itu sirna seiring pecahnya konflik dan hasil rapat The Fed pada 18 Maret lalu. Berdasarkan data Prime Market Terminal, pasar kini justru memperkirakan The Fed akan melakukan pengetatan atau menaikkan suku bunga sebesar 12 basis poin.
"Mereka memperkirakan pengetatan sebesar 12 basis poin oleh bank sentral AS, menurut Prime Market Terminal. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani Emas dengan mengurangi daya tariknya sebagai aset yang tidak menghasilkan," ujarnya.
3. Prediksi rupiah pekan depan tembus Rp17 ribuan
Kinerja rupiah sejak awal tahun (year to date/ytd) tercatat sudah minus 1,80 persen. Dalam satu tahun terakhir, mata uang Garuda bergerak di rentang Rp16.079 sampai Rp17.224 per dolar AS.
Untuk perdagangan Senin (30/3/2026), rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung tetap melemah di kisaran Rp16.980 hingga Rp17.030 per dolar AS.




![[QUIZ] Pilih Ide Bisnis, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20240219/pexels-startup-stock-photos-7103-a56a4ee6b878557b98051ffe7f93ee25-bae414e6e8f3154ea4ce8f51e23c7387.jpg)













