Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Mager di Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Penguatan dolar AS merespons data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, memicu pelemahan rupiah. Investor juga menantikan data penjualan ritel Indonesia sebagai indikator kekuatan konsumsi domestik.
  • Presiden AS membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell, memicu penurunan indeks dolar AS. Pelemahan indeks membuka peluang bagi rupiah untuk menguat.
  • Rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, dalam kisaran Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan awal pekan, Senin (12/1/2026). Rupiah dibuka melemah di level Rp16.848 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak ke level Rp16.838 per dolar AS hingga pukul 09.12 WIB, melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.819 per dolar AS.

1. Data AS kuat tekan rupiah di awal pekan

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang merespons rilis sejumlah data ekonomi AS pada Jumat lalu. Data tersebut dinilai secara umum lebih kuat dari perkiraan.

Selain sentimen global, pelaku pasar juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang dirilis pagi ini. Data tersebut menjadi indikator penting untuk melihat kekuatan konsumsi domestik dan arah ekonomi nasional.

"Investor menantikan data penjualan ritel Indonesia pagi ini," ujarnya.

2. Isu Trump-Powell tekan indeks dolar AS

Lukman menambahkan, perkembangan terbaru dari AS berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah. Presiden AS Donald Trump disebut membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Kabar tersebut memicu penurunan indeks dolar AS, yaitu ukuran kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia. Pelemahan indeks dolar membuka peluang bagi rupiah untuk bergerak menguat karena tekanan dari dolar AS mulai berkurang.

"Perkembangan terbaru, Trump membuka penyelidikan kirminal atas Powell, ini membuat indeks dolar AS turun cukup tajam sehingga rupiah berpotensi menguat," kata dia.

3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini

Lukman memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Dia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS.

Dolar AS masih mencatat penguatan 1,01 persen sejak awal tahun (year to date/ytd) terhadap rupiah. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan dolar AS berada di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Strategi Market Penetration yang Gak Mengorbankan Keuntungan Bisnis

12 Jan 2026, 11:12 WIBBusiness