Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Melemah ke Rp17.667, Kebijakan Ekspor Jadi Sorotan Investor

Rupiah Melemah ke Rp17.667, Kebijakan Ekspor Jadi Sorotan Investor
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS, turun 13 poin dari hari sebelumnya dan sempat tertekan hingga 30 poin selama perdagangan Kamis.
  • Investor bersikap hati-hati akibat aturan ekspor baru Presiden Prabowo yang mewajibkan pengiriman komoditas utama melalui eksportir milik negara serta menunggu rilis data neraca transaksi berjalan.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah pencegahan menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, meski berpotensi menekan kredit dan investasi domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026). Mata uang Garuda ditutup di level Rp17.667 per dolar AS.

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah mencatatkan pelemahan 13 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.653. Rupiah sempat mengalami tekanan lebih dalam dengan pelemahan hingga 30 poin.

1. Investor menahan diri imbas aturan ekspor baru

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pelaku pasar saat ini cenderung mengambil sikap wait and see atau menahan diri, dipicu kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait aturan ekspor komoditas utama, seperti minyak sawit, batu bara, hingga ferroalloy.

"Investor menghindari risiko setelah Presiden Prabowo memperketat aturan ekspor komoditas utama, termasuk minyak sawit, batubara, dan ferroalloy, dengan mewajibkan pengiriman melalui satu eksportir milik negara," ujarnya.

Selain itu, Ibrahim mengungkapkan kehati-hatian investor juga meningkat menjelang rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I-2026 pada Jumat (22/5/2026).

2. Kebijakan suku bunga BI mengantisipasi gejolak

Di tengah tekanan, Bank Indonesia (BI) telah mengambil keputusan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate. Ibrahim menilai, langkah itu merupakan tindakan pre-emptive atau langkah pencegahan yang terukur untuk merespons dinamika ketidakpastian ekonomi global.

"BI tentu berkepentingan untuk menjaga nilai tukar dan stabilitas rupiah," ujar Ibrahim.

Meski disadari kebijakan tersebut akan memberikan beban tambahan pada biaya pinjaman, langkah tersebut diharapkan mampu melindungi rupiah dari pelemahan yang lebih dalam.

Kenaikan suku bunga acuan ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknis untuk mengendalikan permintaan dan aliran modal keluar (capital outflow), tetapi juga sebagai upaya otoritas moneter untuk kembali mendapatkan kepercayaan pasar.

"Mungkin benar bahwa dengan menaiikan suku bunga acuan akan dapat menahan proses pelemahan rupiah, tetapi pada saat yang sama sesungguhnya juga berisiko dapat mempermahal dana, menekan kredit, mengerem investasi, dan memperberat cicilan dunia usaha maupun rumah tangga," bebernya.

3. Prediksi pergerakan rupiah pada Jumat

Untuk perdagangan Jumat, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah masih akan bergerak fluktuatif. Berdasarkan analisanya, rupiah diperkirakan akan ditutup melemah dengan rentang pergerakan di level Rp17.660 hingga Rp17.710 per dolar AS.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More