Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.241 per dolar Amerika Serikat atau menguat 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan kemarin.
Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp17.241 per Dolar AS

- Rupiah dibuka menguat tipis di level Rp17.241 per dolar AS, naik 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Analis menilai rupiah masih tertekan akibat kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS yang dipicu ketegangan Timur Tengah.
- Gencatan senjata Israel-Lebanon memberi sentimen positif, namun rupiah diperkirakan tetap bergerak terbatas di kisaran Rp17.200–Rp17.350 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat (24/4/2026).
1. Pergerakan mata uang di Asia variatif
Mayoritas mata uang di Asia bergerak variatif, ini rinciannya
Bath Thailand menguat 0,11 persen
Dolar Taiwan menguat 0,10 persen
Dolar Singapura menguat 0,02 poin
Dolar Hongkong melemah 0,02 persen
Yen Jepang melemah 0,04 persen
Yuan China melemah 0,07 persen
Won Korea melemah 0,14 persen
Rupee India melemah 0,33 persen
2. Rupiah diproyeksi akan melemah hari ini
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah masih menghadapi tekanan di pasar global, meski ada secercah kabar positif dari perkembangan geopolitik terbaru.
"Mata uang rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap Dolar AS seiring naiknya harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat," tegasnya.
Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama penggerak sentimen pasar global. Kondisi ini membuat investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
3. Rupiah sulit untuk turun di bawah Rp17.000 per dolar AS
Namun, kabar terbaru memberikan sedikit angin segar. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dilaporkan diperpanjang hingga tiga minggu ke depan. Perkembangan ini berpotensi meredakan sebagian ketegangan geopolitik, yang pada gilirannya bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah. Meski demikian, dalam jangka pendek, pergerakan rupiah masih diperkirakan terbatas.
"Untuk saat ini memang rupiah maih sulit kembali di bawah kisaran Rp17.000 per dolar AS. Dengan begitu, hari ini rupiah diproyeksikan bergerak Rp17.200-Rp17.350 per dolar AS," tegasnya.


















