ilustrasi utang negara (IDN Times/Aditya Pratama)
Namun, perkembangan global yang mendorong penguatan dolar membuat kurs rupiah bergerak jauh di atas asumsi tersebut. Secara teori, pelemahan rupiah akan meningkatkan kebutuhan dana dalam mata uang domestik untuk membayar bunga maupun pokok utang luar negeri.
Sebagai ilustrasi, pembayaran bunga sebesar 100 juta dolar AS membutuhkan dana Rp1,65 triliun saat kurs berada di level Rp16.500 per dolar AS. Ketika kurs melemah menjadi Rp18 ribu per dolar AS, kebutuhan dana meningkat menjadi Rp1,8 triliun.
Meski demikian, Purbaya menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental tersebut.
“Basically, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang. Lebih kuat dari yang sekarang,” ujarnya.