Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi penjual takjil (pexels.com/Wei86 Travel)
Intinya Sih
  • Artikel membahas delapan kesalahan umum yang sering dilakukan penjual saat Ramadan, mulai dari menu berlebihan, manajemen waktu buruk, hingga promosi yang terlambat.
  • Ditekankan pentingnya menjaga kualitas produk, kebersihan kemasan, serta pencatatan keuangan agar bisnis tetap stabil dan tidak kalah saing di tengah persaingan ketat.
  • Penjual disarankan fokus pada efisiensi produksi, harga konsisten, dan stok bahan cadangan supaya usaha berjalan lancar sepanjang bulan Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ramadan sering terlihat seperti momen jualan yang gampang, padahal persaingan justru paling ketat di periode ini. Pembeli mengambil keputusan lebih cepat, mereka lebih teliti, dan penjual baru bermunculan di banyak tempat. Banyak penjual tumbang bukan karena produknya jelek, tetapi karena salah langkah kecil yang terus terulang.

Kabar baiknya, kesalahan seperti ini bisa kamu kenali dari awal dan dicegah sebelum omzet turun. Masalahnya bisa muncul dari pilihan menu, cara mengatur waktu, sampai urusan kemasan dan catatan uang yang sering diremehkan. Di artikel ini, kamu akan menemukan 8 kesalahan yang paling sering bikin penjual kalah saing saat Ramadan.

1. Menu yang terlalu banyak dan tidak fokus

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi aneka takjil (vecteezy.com/Seftian Anderson)

Terlalu banyak variasi takjil membuat perhatianmu terpecah dan kontrol rasa jadi tidak stabil. Kamu mengurus banyak resep sekaligus, padahal tiap menu butuh standar yang jelas agar rasa tidak berubah. Ketika pesanan menumpuk, kualitas bisa menurun diam-diam dan pelanggan yang sudah pernah beli biasanya paling cepat sadar.

Stok bahan juga ikut rumit karena tiap menu memerlukan bahan berbeda dan ritme belanjanya tidak sama. Kondisi ini gampang memicu food waste karena ada bahan segar yang tidak sempat terpakai sampai layu atau kedaluwarsa. Lebih aman memilih beberapa menu utama yang paling dicari dan paling mudah kamu jaga kualitasnya.

2. Manajemen waktu produksi yang berantakan

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi menyiapkan pesanan takjil (pexels.com/Valeria Boltneva)

Kamu sering telat karena waktu yang kamu bayangkan lebih pendek dari waktu yang sebenarnya. Banyak langkah kecil yang terlihat sebentar, tapi kalau dikumpulkan jadi lama, seperti menyiapkan bahan, menunggu kompor, menunggu makanan agak dingin, dan merapikan kemasan. Saat kamu baru mulai serius di sore hari, risiko telat lebih besar dan pesanan bisa sampai setelah waktu berbuka.

Agar tidak keteteran, pecah pekerjaan menjadi persiapan dan finishing dekat jam pengantaran. Sejak siang, cicil yang bisa disiapkan dulu seperti mencuci, memotong, menimbang bumbu, dan menata kemasan supaya alur kerja lebih terkendali. Menjelang sore, kamu cukup menyelesaikan masak, cek rasa, lalu kemas cepat agar proses terasa lebih lebih rapi.

3. Mengabaikan kebersihan dan estetika kemasan

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi jus dengan kemasan yang tidak menarik (unsplash.com/Yu Hosoi)

Saat Ramadan, banyak orang menilai makanan dari tampilannya dulu, apalagi jika dibeli untuk keluarga atau dibawa ke acara. Kemasan yang tampak berminyak, lembap, atau rawan bocor sering dianggap kurang higienis, walau proses masakmu sebenarnya bersih. Ketika kesan pertama sudah buruk, rasa enak biasanya tidak cukup untuk menghilangkan ragu.

Pilih kemasan yang rapat, kuat, dan sesuai jenis makanan, misalnya wadah yang tidak mudah lembek untuk menu berkuah atau berminyak. Tambahkan segel sederhana, stiker label, atau pengikat agar pembeli yakin makanan aman selama perjalanan sampai diterima. Pastikan permukaan kemasan bersih dari tetesan saus dan tutup menutup rapat, karena detail kecil ini bisa langsung menaikkan nilai jual.

4. Tidak melakukan pencatatan keuangan yang rapi

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi mencatat keuangan bisnis takjil (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Perputaran uang saat Ramadan terhitung cepat, sehingga pengeluaran kecil sering luput dari perhatian. Plastik, gas, bumbu tambahan, dan es bisa menggerus keuntungan jika tidak dicatat harian. Tanpa catatan, kamu mudah merasa laris padahal margin sebenarnya tipis. Situasi ini sering membuat penjual bingung saat ingin menambah stok tetapi uang terasa tidak cukup.

Pisahkan uang modal dan uang keuntungan sejak hari pertama agar arus kas tidak tercampur. Catat pemasukan, biaya bahan, dan biaya kemasan supaya kamu tahu angka yang benar, bukan sekadar perkiraan. Dari situ kamu bisa menilai menu mana yang paling menguntungkan dan mana yang hanya ramai tapi melelahkan. Keputusan belanja dan penentuan harga jadi lebih tepat karena kamu punya data.

5. Kurangnya promosi sebelum waktu kritis

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi membuat konten promosi takjil di media sosial (pexels.com/Hanna Pad)

Promosi yang baru dilakukan menjelang sore sering terlambat karena pembeli sudah menentukan pilihan. Banyak orang memilih menu buka puasa sejak siang, terutama saat jam istirahat kerja. Kalau produkmu tidak terlihat lebih awal, kamu kehilangan momen penting saat mereka memutuskan akan beli apa. Akhirnya kamu hanya berebut perhatian di menit terakhir dengan penjual lain.

Mulai promosi sejak pagi atau siang dengan informasi yang ringkas dan jelas. Tampilkan menu, harga, cara pesan, dan batas waktu pemesanan agar orang langsung paham. Ulangi promosi dengan format berbeda supaya tidak terasa membosankan, misalnya foto, daftar menu, lalu testimoni singkat. Konsistensi posting biasanya lebih efektif daripada promosi sekali tetapi mendadak.

6. Pelayanan yang lambat akibat kewalahan pesanan

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi menyerahkan pesanan takjil ke kurir (pexels.com/Norma Mortenson)

Mengiyakan semua pesanan tanpa memperkirakan kemampuan produksi sering membuat proses jadi lambat mendekati maghrib. Ketika chat menumpuk, risiko salah tulis alamat dan keliru jumlah porsi jadi lebih besar. Varian pesanan juga mudah terlewat karena kamu fokus mengejar waktu. Akibatnya, rasa makanan dan kerapian kemasan bisa turun, sementara pembeli sangat peka pada keduanya.

Agar lebih aman, tetapkan kuota pesanan harian sesuai tenaga yang tersedia, alat masak yang dipakai, dan durasi produksi yang realistis. Kuota membantu kamu merespons chat dengan cepat dan membuat alur produksi lebih teratur. Dengan ritme yang jelas, peluang salah catat dan komplain bisa ditekan. Jika pesanan sedang ramai, tambah slot sedikit demi sedikit agar kualitas tetap konsisten.

7. Harga yang tidak konsisten atau terlalu mahal

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi penjual jus untuk takjil (pexels.com/Eyüpcan Timur)

Perubahan harga yang tidak konsisten membuat pembeli ragu dan sulit percaya pada penjual. Jika kamu menaikkan harga terlalu tinggi, pelanggan setia bisa pergi karena merasa bayar lebih untuk kualitas yang sama. Jika kamu menurunkan harga terlalu rendah, kamu bisa kewalahan karena keuntungan tidak cukup untuk menutup tenaga dan waktu.

Hitung biaya per porsi secara realistis, termasuk bahan, kemasan, gas, dan tenaga. Lalu tentukan margin yang masuk akal supaya harga tetap kompetitif tetapi kamu tetap mendapat keuntungan. Ketika harga bahan naik, kamu dapat menyesuaikan porsi atau menawarkan paket bundling agar pembeli tetap merasa diuntungkan.

8. Mengabaikan stok bahan baku cadangan

8 Kesalahan Jualan saat Ramadan yang Bikin Kamu Kalah Saing, Hindari!
ilustrasi pelaku bisnis dessert box (pexels.com/Angela Cavina)

Kebutuhan bahan pokok biasanya meningkat saat Ramadan, tetapi pasokan tidak selalu lancar sehingga stok bisa cepat berubah. Kalau kamu hanya belanja saat persediaan hampir habis tanpa cadangan, produksi berisiko berhenti ketika bahan tidak tersedia. Saat jualan terhenti, pelanggan bisa memilih alternatif lain dan dampaknya bisa berlanjut pada penjualan hari-hari berikutnya.

Agar menu andalan tetap bisa dibuat, sisihkan stok aman untuk bahan yang paling krusial. Tidak perlu menumpuk banyak, cukup sediakan cadangan yang menjaga produksi tetap lancar saat kondisi pasar padat. Lengkapi juga dengan supplier alternatif agar kamu tidak bergantung pada satu tempat saat harga naik atau stok tiba-tiba kosong.

Jualan di bulan Ramadan memang penuh tantangan, tetapi peluangnya juga sangat besar jika kamu menjalaninya dengan serius dan konsisten. Saat kamu mau terus belajar dan memperbaiki cara kerja setiap hari, usaha kecil pun bisa tumbuh lebih cepat dan bertahan lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More