Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Perbedaan Emas Putih dan Perak, Jangan Tertukar

5 Perbedaan Emas Putih dan Perak, Jangan Tertukar
Ilustrasi perak batangan (unsplash.com/Scottsdale)
Intinya Sih
  • Emas putih dan perak sama-sama berwarna putih mengilap, tapi emas putih jauh lebih mahal karena kandungan emas murninya lebih tinggi dibandingkan perak.
  • Dari segi ketahanan, emas putih lebih kuat dan tidak mudah teroksidasi, sedangkan perak cenderung cepat menghitam jika jarang dibersihkan.
  • Perbedaan lain terlihat dari daya pantul, tingkat kekerasan logam, serta tanda kadar pada perhiasan seperti kode 750 untuk emas putih dan 925 untuk perak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di dunia ini, ada sejumlah jenis logam mulia yang bernilai dan biasanya sering dijadikan bahan untuk membuat perhiasan. Di antaranya emas (Au), perak (Ag), platinum (Pt), palladium (Pd), dan tembaga (Cu).

Meski begitu, emas biasanya menjadi logam mulia yang paling sering dipilih untuk perhiasan atau sebagai pelindung kekayaan karena nilainya yang cenderung tinggi. Biasanya emas disimpan dalam bentuk perhiasan ataupun batangan berwarna kuning berkilau yang membuat tampilannya tampak mewah.

Namun, dikenal juga istilah emas putih yang memiliki warna menyerupai silver atau putih berkilau. Lantas, apa bedanya dengan perak yang sama-sama memiliki warna putih mengilap? Berikut beberapa perbedaan emas putih dan perak yang masih jarang diketahui orang awam.

Table of Content

1. Harga

1. Harga

ilustrasi emas putih (pexels.com/Megapixelstock)
ilustrasi emas putih (pexels.com/Megapixelstock)

Perbedaan emas putih dan perak yang paling kentara adalah harganya. Harga emas putih umumnya lebih mahal dibandingkan perak. Sebab harga emas murni memang diketahui menjadi salah satu yang paling mahal di antara logam mulia lainnya.

Belum lagi harga emas belakangan ini yang terus melambung, bahkan sempat menyentuh angka Rp2 juta per gram. Sementara harga 1 gram perak hanya berkisar Rp17 ribu hingga Rp50 ribu.

Meski begitu, biasanya emas putih yang dijadikan perhiasan adalah emas 18 karat yang tidak sepenuhnya mengandung emas murni, melainkan dicampur dengan logam lain agar lebih mudah dibentuk dan tahan lama.

2. Daya tahan

ilustrasi perhiasan perak (pexels.com/The Glorious Studio)
ilustrasi perhiasan perak (pexels.com/The Glorious Studio)

Daya tahan menjadi salah satu hal yang membedakan emas putih dan perak. Keduanya memang sama-sama bisa menjadi bahan dasar perhiasan, tapi kedua logam mulia tersebut memiliki tingkat ketahanan yang berbeda.

Emas putih biasanya memiliki daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan perak. Meskipun perhiasan berbahan perak sudah dicampur dengan logam lainnya seperti nikel, tetapi emas murni yang dinilai lebih tahan.

Selain itu, perak biasanya lebih cepat teroksidasi. Lama kelamaan, warnanya akan menghitam jika tidak sering dibersihkan. Sedangkan emas putih tidak lebih cepat mengalami perubahan warna.

Hal itu juga menjadi salah satu faktor yang membuat harga emas lebih tinggi dan dianggap lebih bernilai daripada perak. Meski begitu, saat ini mulai banyak investor yang melirik perak untuk dijadikan sebagai pelindung kekayaan atau safe haven karena dianggap lebih cocok untuk investasi jangka panjang.

3. Daya pantul

ilustrasi emas putih (pexels.com/The Glorious Studio)
ilustrasi emas putih (pexels.com/The Glorious Studio)

Perbedaan emas putih dan perak selanjutnya terletak pada daya pantul saat disandingkan. Jika kedua logam perhiasan ini disandingkan bersama, pantulan cahaya emas putih biasanya akan lebih berkilau daripada perak yang lebih redup.

Jika memungkinkan untuk melakukan cara ini, kamu bisa mencobanya sendiri untuk membuktikan mana perhiasan yang berbahan emas putih dan mana yang terbuat dari perak. Pastikan ada cahaya dari lampu atau sinar matahari agar terlihat perbedaannya.

4. Bentuk logam

Ilustrasi perak batangan (unsplash.com/Scottsdale)
Ilustrasi perak batangan (unsplash.com/Scottsdale)

Dari segi bentuk logam, emas putih dan perak juga memiliki perbedaan. Biasanya emas putih memiliki tingkat pembentukan untuk menjadi perhiasan yang lebih sulit dibandingkan perak karena bahannya lebih keras.

Sedangkan perak memiliki bahan yang tidak lebih solid dari emas. Hal itu membuat perak di satu sisi lebih mudah dibentuk, tapi di sisi lain berarti juga lebih mudah berubah bentuk jika diberikan tekanan.

5. Tanda perhiasan

ilustrasi emas putih (unsplash.com/sabrinnaringquist)
ilustrasi emas putih (unsplash.com/sabrinnaringquist)

Perbedaan yang terakhir adalah tanda atau tulisan yang tercantum pada perhiasan atau batangan logam. Biasanya logam mulia selalu diberikan tanda agar orang mengetahui kadar yang terkandung di dalamnya.

Contohnya, perhiasan perak biasanya mencantumkan angka 925 yang menandakan kadar perak sebanyak 92,5 persen atau angka 999 yang berarti perak murni 99,9 persen.

Sedangkan emas putih biasanya menggunakan kode 750 yang menandakan bahwa kandungan emas murni di dalamnya sebesar 75 persen atau bisa disebut emas 18 karat. Lalu, ada juga emas putih dengan angka 700 yang berarti mengandung emas murni 70 persen.

Demikianlah perbedaan emas putih dan perak yang penting diketahui sebelum membeli perhiasan maupun logam batangan untuk investasi atau pelindung kekayaan. Semoga bermanfaat!

FAQ seputar perbedaan emas putih dan perak

Apa perbedaan perak dengan emas putih?

Emas putih adalah campuran emas murni dengan logam putih, memiliki nilai lebih tinggi, serta ditandai dengan kode seperti "750". Sementara perak adalah logam murni yang lebih lunak, mudah ternoda (menghitam), lebih terjangkau, berkilau keabu-abuan, dan ditandai dengan kode seperti "925" atau "999".

Apakah perak akan menghitam?

Salah satu kekurangan perhiasan perak adalah mudah menghitam. Perak bisa menghitam karena bereaksi dengan senyawa sulfur di udara.

Perak asli berwarna apa?

Warna perak asli adalah putih keperakan yang cerah dan berkilau alami, namun dapat berubah menjadi kusam atau kehitaman seiring waktu karena oksidasi (tarnish).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogama WO
Yunisda Dwi Saputri
Yogama WO
EditorYogama WO
Follow Us

Latest in Business

See More