Rupiah Tertekan Pagi Ini, Tapi Masih Ada Peluang Balik Arah

- Rupiah dibuka melemah di level Rp17.126 per dolar AS, turun 21 poin atau sekitar 0,12 persen pada awal perdagangan Selasa pagi.
- Pengamat menilai rupiah masih berpeluang menguat karena sentimen pasar mulai pulih dan harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak kini melandai.
- Investor menunggu hasil perundingan damai AS-Iran yang bisa memengaruhi stabilitas global, sementara rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.050–Rp17.150 per dolar AS hari ini.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau masih bergerak loyo di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan, Selasa (14/4/2026). Rupiah dibuka di posisi Rp17.126 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.06 WIB, rupiah bertengger di level Rp17.126 per dolar AS, yang berarti mengalami pelemahan sebesar 21 poin atau sekitar 0,12 persen.
1. Ada harapan menguat berkat harga minyak melandai
Meskipun dibuka melemah, pengamat pasar uang Lukman Leong menilai rupiah memiliki potensi berbalik menguat terhadap dolar AS, didorong oleh mulai pulihnya sentimen pasar serta turunnya harga minyak dunia yang sempat melonjak.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah pulihnya sentimen pasar, dan turunnya harga minyak dunia," kata Lukman.
2. Investor menanti kabar baik dari perundingan damai
Para investor mulai menaruh harapan besar pada jalur diplomasi. Mereka berharap perundingan damai antara AS dan Iran terkait konflik geopolitik di Timur Tengah masih akan berlanjut guna menghindari eskalasi yang lebih parah.
Situasi keamanan global yang lebih kondusif biasanya akan membuat investor kembali berani masuk ke aset-aset negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga bisa membantu mendorong nilai tukar rupiah.
"Investor menaruh harapan pada perundingan damai yang diharapkan masih berlanjut," tuturnya.
3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Melihat dinamika saat ini yang masih tak menentu, Lukman memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada rentang harga Rp17.050 hingga Rp17.150 per dolar AS.
Jika melihat pergerakan sejak awal tahun atau year-to-date (ytd), rupiah saat ini mencatatkan pelemahan sebesar 2,55 persen. Sementara itu, dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp16.079-Rp17.224 per dolar AS.


















