Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp17.661 per Dolar AS di Awal Pekan
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.661,5 per dolar AS, mencatat rekor terendah baru dengan penurunan 65 poin atau 0,37 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya.
  • Tekanan terhadap rupiah dipicu penguatan dolar AS akibat sentimen risk-off global dan kekecewaan pasar atas hasil pertemuan Presiden Xi Jinping dan Donald Trump.
  • Pidato Presiden Prabowo tentang ketahanan ekonomi desa memberi sentimen domestik positif, namun analis menilai dampaknya belum cukup kuat menahan pelemahan rupiah jangka pendek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot dibuka makin melemah, bahkan kembali tembus level terendahnya dalam sejarah pada Senin (18/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada pada level Rp17.661,5 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 65 poin atau 0,37 persen dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu.

1. Mayoritas mata uang melemah

Hingga pukul 09.13 WIB, pergerakan mata uang di kawasan melemah.

  1. Bath Thailand melemah 0,04 persen

  2. Ringgit Malaysia melemah 0,02 persen

  3. Rupee India melemah 0,21 persen

  4. Peso Filipina melemah 0,02 persen

  5. Won Korea melemah 8,43 persen

2. Rupiah diperkirakan akan ambles lagi hari ini

Analis pasar keuangan, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat di tengah meningkatnya sentimen risk-off global.

"Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terjadi seiring aksi jual besar-besaran pada berbagai instrumen keuangan mulai dari obligasi, saham, kripto, hingga mata uang negara berkembang," kata Lukman kepada IDN Times, Senin (18/5/2026).

Tekanan pasar dipicu kekecewaan investor terhadap hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang dinilai belum memberikan solusi konkret atas konflik AS-Iran. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali memburu aset safe haven seperti dolar AS.

3. Pidato Presiden Prabowo beri sentimen ke domestik

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS. Proyeksi ini sejalan dengan sejumlah prediksi pasar yang menilai rupiah masih rentan terhadap penguatan dolar AS dan gejolak eksternal.

Dari dalam negeri, pidato Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang dinilai tidak terlalu terdampak pelemahan dolar AS telah memunculkan sentimen domestik di masyarakat maupun pasar. Namun, dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan terhadap pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

"Mengenai pidato Prabowo, respons masyarakat bisa memicu sentimen domestik, walau dampaknya tidak akan signifikan," kata Lukman.

Editorial Team