Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)
  • Pemerintah Rusia memperpanjang larangan ekspor diesel, bahan bakar kapal, dan gas oil hingga akhir Januari untuk menstabilkan harga serta memastikan pasokan domestik.
  • Produsen tertentu tetap dapat mengekspor diesel secara terbatas melalui izin khusus, sementara pemerintah memantau operasional kilang yang terdampak gangguan teknis dan serangan drone.
  • Volume ekspor diesel melalui kuota khusus pada November diproyeksikan mencapai 2,15 juta ton, meningkat dari sekitar 510.000 ton pada Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia memperpanjang larangan ekspor bahan bakar diesel bagi produsen domestik hingga akhir Januari mendatang. Meski pembatasan skala besar diperpanjang, otoritas Moskow tetap memberikan izin khusus yang memungkinkan sejumlah produsen mengekspor bahan bakar ke pasar internasional dalam jumlah terbatas.

Kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas harga dan mencukupi kebutuhan pasokan bahan bakar di dalam negeri. Pemerintah Rusia mengonfirmasi bahwa dekret terkait perpanjangan ini telah resmi ditandatangani pada Sabtu (31/10/2026), kendati dokumen peraturannya belum dirilis secara terbuka kepada publik.

1. Skema pengecualian ekspor terbatas bagi produsen tertentu

Rusia memastikan tidak menutup total jalur penjualan bahan bakar olahan ke luar negeri. Wakil Perdana Menteri Alexander Novak menyatakan bahwa pemerintah tengah merancang aturan khusus bagi produsen terpilih agar tetap dapat mengekspor solar secara terukur.

"Pemerintah tengah menyiapkan pengecualian bagi pemasok tertentu agar tetap dapat mengekspor diesel dalam jumlah terbatas di tengah pembatasan yang berlaku," ujar Novak saat memaparkan kebijakan energi tersebut.

Skema izin khusus ini telah diterapkan sejak Oktober dan terus berlaku hingga November. Pembatasan ekspor tersebut menyasar komoditas diesel, bahan bakar kapal laut (marine fuel), serta fraksi minyak gas (gas oil) guna mengontrol ketersediaan pasokan dari kilang.

2. Upaya menjaga stabilitas pasokan bahan bakar domestik

Perpanjangan larangan ekspor bertujuan meredam gejolak harga energi serta mengamankan cadangan bahan bakar bagi transportasi publik, armada logistik, dan industri dalam negeri menjelang musim dingin. Otoritas menegaskan bahwa langkah ini murni dilakukan demi menjaga ketahanan pasokan di pasar domestik.

Pemerintah Rusia juga terus memantau operasional kilang menyusul adanya gangguan teknis dan serangan pesawat nirawak Ukraina ke sejumlah fasilitas minyak. Menanggapi tantangan tersebut, Novak menegaskan bahwa dampak serangan terhadap kapasitas produksi dan ketahanan pasokan energi nasional secara keseluruhan tidak signifikan.

3. Proyeksi peningkatan volume ekspor diesel pada November

Meskipun larangan umum berlaku hingga akhir Januari, volume pengiriman diesel melalui kuota khusus diperkirakan melonjak pada November. Novak memproyeksikan pengiriman bahan bakar dapat mencapai sekitar 2,15 juta metrik ton, naik tajam dibandingkan volume Oktober yang tercatat sekitar 510.000 ton.

Pelonggaran kuota ini bergulir menyusul kesepahaman bilateral antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penyaluran bahan bakar Rusia ke pasar dunia. Hingga akhir Oktober, sedikitnya empat kapal tanker pengangkut diesel telah bertolak dari pelabuhan di Laut Baltik dengan alokasi ketat.

Pelaku industri energi internasional kini mencermati penyaluran kuota ekspor November guna membaca arah kebijakan energi Moskow sebelum masa larangan resmi berakhir pada Januari mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article