Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Edukasi Gen Z Sasar Mahasiswa agar Tak Sekadar FOMO Kripto

3 min read
Edukasi Gen Z Sasar Mahasiswa agar Tak Sekadar FOMO Kripto
ilustrasi pasar kripto, crypto, Ethereum, Bitcoin (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
  • OJK mencatat investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,93 juta orang per Juli 2026, sementara edukasi risiko dinilai semakin penting.

  • Mahasiswa mendapat pemahaman tentang fondasi keuangan, literasi informasi, analisis, dan manajemen risiko sebelum memilih aset kripto.

  • Lebih dari 100 mahasiswa UI mengikuti edukasi untuk memahami aset digital secara rasional dan menghindari keputusan karena FOMO.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Antusiasme generasi muda terhadap aset digital terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,93 juta orang per Juli 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, pemahaman mengenai karakteristik investasi dan profil risiko menjadi penting agar keputusan yang diambil tidak sekadar mengikuti tren.

Presiden Direktur PT Pintu Kemana Saja (Pintu) Andy Putra mengatakan, edukasi keuangan digital diperlukan untuk membantu generasi muda memahami aset kripto secara lebih menyeluruh.

"Kami berharap generasi muda dapat memahami aset kripto secara lebih komprehensif, termasuk potensi dan risikonya, sehingga mampu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Pintu Goes to Campus bertajuk Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial yang berlangsung di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Depok.

  1. 1. Fondasi keuangan harus kuat sebelum investasi kripto

    ilustrasi kripto
    ilustrasi kripto (unsplash.com/Mariia Berezovsky)

    Sebelum memilih instrumen investasi berisiko tinggi, seseorang perlu membangun fondasi keuangan pribadi. Hal itu mencakup perencanaan keuangan, penyediaan dana darurat, pengaturan alokasi aset, kemampuan memilah informasi kredibel di tengah derasnya konten media sosial, hingga penerapan manajemen risiko saat berinvestasi di aset digital.

    Aset kripto juga perlu dipahami sebagai salah satu pilihan dalam portofolio investasi, bukan jalan pintas untuk memperoleh kekayaan. Pengelolaannya membutuhkan kedisiplinan dan pertimbangan terhadap kemampuan investor dalam menghadapi risiko.

    Founder Rencanaku.id sekaligus Dosen FEB UI Rahmat Aryo Baskoro menjelaskan bahwa aset kripto bukan titik awal dalam menyusun rencana keuangan. Seseorang perlu menetapkan tujuan keuangan, membangun fondasi finansial, dan meningkatkan literasi sebelum menentukan instrumen investasi.

    "Setiap instrumen memiliki risiko yang melekat, dan aset crypto berada di kategori risiko tinggi, sehingga hal ini perlu dipahami sejak awal," ujar dia.

  2. 2. Banyak informasi investasi belum tentu menjamin pemahaman

    ilustrasi kripto
    ilustrasi kripto (pexels.com/RDNE Stock project)

    CEO Management Student Society FEB UI (MSS FEB UI) Fariz Rahman Hakim menilai informasi mengenai investasi, khususnya cryptocurrency, kini mudah ditemukan melalui berbagai kanal. Namun, banyaknya informasi yang tersedia tidak serta-merta membuat masyarakat memiliki pemahaman cukup untuk mengambil keputusan keuangan.

    "Kami berharap para peserta tidak hanya mendapat wawasan mengenai kripto dan investasi, tetapi bagaimana kita bisa memahami dan menjadi investor yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan," tuturnya.

  3. 3. Lebih dari 100 mahasiswa UI dalami risiko investasi kripto

    ilustrasi kripto
    ilustrasi kripto (pexels.com/Leeloo The First)

    Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 mahasiswa UI. Pembahasan mencakup cara memahami aset digital secara rasional, mengasah kemampuan analisis, menerapkan manajemen risiko, hingga menghindari keputusan investasi yang dipengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) atau ketakutan tertinggal tren.

    Andy mengatakan, dalam kegiatan tersebut, pihaknya yang merupakan platform investasi aset kripto berizin dan diawasi OJK juga mengangkat pentingnya pemahaman generasi muda terhadap potensi serta risiko aset digital.

    Andy menyampaikan, pihaknya akan melanjutkan kegiatan literasi dan edukasi keuangan, termasuk melalui program Pintu Goes to Campus di lingkungan kampus dan berbagai inisiatif lainnya.

    "Kami meyakini, langkah konkret yang diambil untuk memberikan edukasi ini akan memberi manfaat yang besar bagi para generasi muda khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai aset crypto serta mampu memahami risiko investasi," kata dia.

Related Articles

See More