Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertumbuhan Tenaga Kerja Singapura Tambah 27.700 pada Q3, PHK Naik

4 min read
Pertumbuhan Tenaga Kerja Singapura Tambah 27.700 pada Q3, PHK Naik
ilustrasi bendera Singapura (pexels.com/Calvin Seng)
  • Tenaga kerja Singapura bertambah 27.700 orang pada kuartal III 2026, didorong pekerja nonresiden di konstruksi dan manufaktur serta pekerja residen pada layanan esensial dan publik.
  • PHK meningkat menjadi 4.800 orang, tertinggi sejak kuartal IV 2020, terutama akibat reorganisasi bisnis; pengangguran keseluruhan tetap 2 persen, meski pengangguran warga dan residen naik tipis.
  • Prospek pasar kerja beragam: rencana perekrutan dan kenaikan upah meningkat, tetapi proyeksi PHK juga naik; pemerintah menyediakan dukungan SkillsFuture dan program GRIT bagi pencari kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasar tenaga kerja Singapura berekspansi selama 20 kuartal berturut-turut dengan total penyerapan tenaga kerja bertambah 27.700 orang pada kuartal ketiga 2026. Data awal Kementerian Tenaga Kerja Singapura yang dirilis pada Jumat (30/10/2026) menunjukkan angka ini meningkat pesat dari kuartal sebelumnya yang tercatat 11.400 orang.

Pada saat yang sama, jumlah pemutusan hubungan kerja di negara itu meningkat menjadi 4.800 orang dan menyentuh level tertinggi dalam hampir enam tahun terakhir. Kementerian Tenaga Kerja Singapura menyebutkan bahwa reorganisasi bisnis menjadi penyebab utama pemutusan hubungan kerja, sementara pertumbuhan sektor berorientasi luar negeri masih tertahan oleh ketidakpastian ekonomi global.

  1. 1. Pekerja nonresiden pimpin pertumbuhan tenaga kerja

    ilustrasi pekerja konstruksi
    ilustrasi pekerja konstruksi (unsplash.com/Josh Olalde)

    Dilansir CNA, pertumbuhan tenaga kerja di Singapura pada kuartal ketiga 2026 dipimpin terutama oleh pekerja nonresiden. Penambahan pekerja nonresiden tersebut terjadi secara signifikan pada sektor konstruksi dan manufaktur. Secara keseluruhan, total pertumbuhan 27.700 pekerja pada kuartal ini melampaui pencapaian periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 25.100 orang.

    Sementara itu, pertumbuhan tenaga kerja residen terutama ditopang oleh layanan esensial dan layanan publik. Sebaliknya, pertumbuhan pada sektor-sektor yang berorientasi ke luar negeri tetap tertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kendati demikian, Kementerian Tenaga Kerja Singapura mencatat pertumbuhan tenaga kerja residen maupun nonresiden sama-sama lebih cepat dibandingkan kuartal kedua 2026.

  2. 2. Pemutusan hubungan kerja naik ke level tertinggi sejak 2020

    ilustrasi pemutusan hubungan kerja
    ilustrasi pemutusan hubungan kerja (unsplash.com/Bench Accounting)

    Data resmi menunjukkan jumlah pemutusan hubungan kerja di Singapura naik menjadi 4.800 orang pada kuartal ketiga 2026, dari 4.620 orang pada kuartal sebelumnya. Angka pemutusan hubungan kerja ini menjadi catatan kuartalan tertinggi sejak kuartal keempat 2020 saat terdapat 5.640 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja. Meski demikian, rasio insiden pemutusan hubungan kerja tetap stabil pada level 2 per 1.000 karyawan.

    Dilansir Xinhua, reorganisasi bisnis masih menjadi alasan utama di balik tingginya pemutusan hubungan kerja pada sektor berorientasi luar negeri. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran keseluruhan di Singapura tidak berubah di angka dua persen pada September 2026. Namun, tingkat pengangguran warga negara naik tipis menjadi 3,1 persen dari 3 persen pada Agustus, sementara pengangguran residen naik menjadi 3 persen dari 2,9 persen.

  3. 3. Serikat pekerja soroti pelatihan dan pekerja senior

    ilustrasi mentor pekerja muda
    ilustrasi mentor pekerja muda (pexels.com/Antoni Shkraba)

    Asisten Sekretaris Jenderal Kongres Serikat Buruh Nasional (NTUC) Yeo Wan Ling menyampaikan adanya perbedaan tren antara lapangan kerja yang bertumbuh dan yang mengalami pengurangan. Pekerjaan bertambah di bidang administrasi publik, pendidikan, transportasi, penyimpanan, serta kesehatan dan layanan sosial, sementara pemutusan kerja tetap tinggi di sektor infokom, jasa keuangan, dan manufaktur. "Kepada para pemberi kerja, sebelum mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja, bekerja samalah dengan NTUC dan serikat pekerja kami untuk menjajaki apakah pekerja Anda dapat dilatih kembali dan dialihkan ke peran baru atau yang didesain ulang," kata Yeo sembari menambahkan bahwa pemutusan kerja harus menjadi pilihan terakhir.

    Wakil Sekretaris Jenderal NTUC Desmond Tan turut menekankan pentingnya dukungan bagi pekerja senior di tempat kerja. "Kita sering bertanya apakah pekerja senior kita siap menghadapi masa depan dunia kerja. Namun, kita juga harus bertanya: apakah tempat kerja dan pekerjaan kita siap untuk mereka?" ujar Desmond Tan. Dia menyatakan bahwa kesiapan menghadapi usia bukan sekadar mempertahankan pekerja senior bekerja lebih lama, melainkan memastikan usia tidak menjadi penghalang kesempatan berkarier.

  4. 4. Pemerintah sediakan dukungan finansial bagi pencari kerja

    ilustrasi wawancara kerja
    ilustrasi wawancara kerja (unsplash.com/Resume Genius)

    Indikator ketenagakerjaan ke depan di Singapura menunjukkan sinyal beragam pada September 2026. Persentase perusahaan yang berencana merekrut tenaga kerja dalam tiga bulan ke depan naik menjadi 42,3 persen dari 30,5 persen pada Agustus 2026, sedangkan perusahaan yang berencana menaikkan upah naik menjadi 19,9 persen dari 16,9 persen pada Agustus 2026. Namun, Kementerian Tenaga Kerja Singapura mencatat porsi perusahaan yang memperkirakan adanya pemutusan hubungan kerja juga naik tipis menjadi 3,1 persen dari 2,8 persen.

    Menghadapi tantangan ketenagakerjaan, individu yang kehilangan pekerjaan secara tidak sukarela dan memenuhi syarat bisa memperoleh dukungan finansial sementara hingga 6.000 dolar Singapura atau setara Rp85,08 juta (kurs Rp14.180) selama enam bulan melalui skema SkillsFuture Jobseeker Support. Lulusan baru yang menghadapi kesulitan mencari kerja juga dapat memanfaatkan skema Graduate Industry Traineeships (GRIT) sebagai jalur masuk dunia kerja untuk memperoleh keterampilan industri. Kementerian Tenaga Kerja Singapura dijadwalkan merilis laporan pasar tenaga kerja kuartal ketiga 2026 secara lengkap pada pertengahan Desember mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More