Upaya Amerika Serikat untuk membuat aturan menyeluruh bagi industri cryptocurrency kembali menghadapi hambatan. Pada Selasa (15/9), Senat AS gagal membawa CLARITY Act ke tahap pembahasan berikutnya setelah voting prosedural hanya memperoleh 49 suara setuju dan 50 suara menolak. Padahal, RUU tersebut membutuhkan sedikitnya 60 suara agar dapat maju.
Kegagalan ini menjadi perhatian karena CLARITY Act diharapkan bisa menjelaskan aturan perdagangan aset digital, membagi kewenangan antara regulator, serta memberikan kepastian bagi perusahaan kripto. Namun, proses pembahasannya masih menghadapi perbedaan pandangan dari anggota Partai Demokrat maupun Partai Republik. Lantas, apa yang membuat CLARITY Act atau RUU Kripto sulit lolos?
