China memanfaatkan momentum melambatnya industri matcha Jepang yang saat ini terkendala krisis tenaga kerja domestik. Kesenjangan pasokan global ini dimanfaatkan oleh produsen China untuk menarik pembeli dari Eropa dan Amerika Serikat.
Pemerintah daerah di wilayah Tongren kini fokus memperluas lahan perkebunan organik, khususnya di sekitar kawasan Gunung Fanjing. Ekspansi ini ditargetkan untuk menghasilkan komoditas premium yang mampu memenuhi standar ketat pasar luar negeri.
"Kami akan meningkatkan produksi di kebun teh organik untuk matcha, terutama di kawasan inti sekitar Gunung Fanjing, guna menjadikan kota ini sebagai pusat bahan baku utama di China," kata Wali Kota Tongren, Mu Rongkun, dikutip dari PR Newswire.
Dengan keunggulan efisiensi biaya dan ketersediaan lahan, China optimistis dapat mengubah peta persaingan dagang internasional teh hijau bubuk dalam jangka panjang.
"Dalam beberapa tahun ke depan, merek-merek asal China diharapkan mampu melampaui merek milik Jepang," pungkas seorang eksekutif dari Asosiasi Pemasaran Teh China.
Sumber
https://www.straitstimes.com/asia/east-asia/china-ramps-up-matcha-production-seeks-to-surpass-japan-in-the-global-market
https://global.chinadaily.com.cn/a/202606/01/WS6a1cd64ca310d6866eb4bb08.html
https://www.prnewswire.com/news-releases/tongren-mayor-sees-prosperous-future-for-city-302100724.html
http://en.people.cn/n3/2026/0617/c98649-20468315.html
https://www.alwihdainfo.com/chinas-matcha-revolution-dominating-global-markets/