Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Saingi Jepang, China Targetkan Dominasi Pasar Matcha Global

Saingi Jepang, China Targetkan Dominasi Pasar Matcha Global
Teh matcha (Unsplash.com/Jason Leung)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China gencar memperluas jaringan perkebunan dan meningkatkan kapasitas ekspor teh hijau bubuk (matcha) ke pasar internasional. Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi lonjakan permintaan konsumen global terhadap olahan teh modern.

Dalam pelaksanaannya, sektor publik dan swasta bersinergi meningkatkan posisi tawar komoditas domestik di pasar ekspor. Selain motif ekonomi, gerakan terpadu ini bertujuan mempromosikan kembali akar sejarah matcha yang berasal dari kebudayaan China.

1. Peningkatan volume produksi dan otomatisasi pabrik pengolahan

China mencatatkan volume produksi matcha melampaui angka 12 ribu ton sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini secara resmi menempatkan negara tersebut sebagai produsen sekaligus konsumen terbesar dengan menguasai hampir 70 persen pasokan global.

"Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan tahunan komoditas matcha melampaui 10 persen. Angka ini jauh di atas pertumbuhan produk kesehatan lainnya," kata Perwakilan Asosiasi Pemasaran Teh China, Yu Yingjie, dikutip dari China Daily.

Lonjakan kapasitas ini didorong oleh penerapan teknologi otomatis pada fasilitas pengolahan di berbagai sentra pertanian. Mekanisasi tersebut mengubah rantai pasok teh konvensional menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi secara lebih efisien.

2. Edukasi sejarah teh bubuk China

Bersamaan dengan ekspansi pasar, China aktif mengedukasi masyarakat global mengenai asal-usul teh bubuk. Berdasarkan catatan sejarah, metode menumbuk daun teh telah dipraktikkan di wilayah tersebut sejak era Dinasti Wei dan Jin sekitar abad ketiga.

Tradisi tersebut mencapai puncak popularitasnya pada masa Dinasti Song melalui ritual penyeduhan khusus yang dikenal sebagai diancha.

"Tren matcha saat ini membantu menarik kembali perhatian publik terhadap tradisi teh bubuk China yang sudah berlangsung lama, termasuk budaya diancha dari Dinasti Song," kata pemandu wisata budaya, Wu.

Narasi sejarah ini kini dikemas ulang melalui variasi produk olahan modern yang sesuai dengan selera generasi muda. Langkah ini sukses mendongkrak angka kunjungan wisatawan serta penjualan sektor ritel makanan kemasan lokal.

3. Strategi China menggeser dominasi ekspor matcha Jepang

China memanfaatkan momentum melambatnya industri matcha Jepang yang saat ini terkendala krisis tenaga kerja domestik. Kesenjangan pasokan global ini dimanfaatkan oleh produsen China untuk menarik pembeli dari Eropa dan Amerika Serikat.

Pemerintah daerah di wilayah Tongren kini fokus memperluas lahan perkebunan organik, khususnya di sekitar kawasan Gunung Fanjing. Ekspansi ini ditargetkan untuk menghasilkan komoditas premium yang mampu memenuhi standar ketat pasar luar negeri.

"Kami akan meningkatkan produksi di kebun teh organik untuk matcha, terutama di kawasan inti sekitar Gunung Fanjing, guna menjadikan kota ini sebagai pusat bahan baku utama di China," kata Wali Kota Tongren, Mu Rongkun, dikutip dari PR Newswire.

Dengan keunggulan efisiensi biaya dan ketersediaan lahan, China optimistis dapat mengubah peta persaingan dagang internasional teh hijau bubuk dalam jangka panjang.

"Dalam beberapa tahun ke depan, merek-merek asal China diharapkan mampu melampaui merek milik Jepang," pungkas seorang eksekutif dari Asosiasi Pemasaran Teh China.

Sumber

https://www.straitstimes.com/asia/east-asia/china-ramps-up-matcha-production-seeks-to-surpass-japan-in-the-global-market

https://global.chinadaily.com.cn/a/202606/01/WS6a1cd64ca310d6866eb4bb08.html

https://www.prnewswire.com/news-releases/tongren-mayor-sees-prosperous-future-for-city-302100724.html

http://en.people.cn/n3/2026/0617/c98649-20468315.html

https://www.alwihdainfo.com/chinas-matcha-revolution-dominating-global-markets/

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More

Saingi Jepang, China Targetkan Dominasi Pasar Matcha Global

06 Jul 2026, 23:51 WIBBusiness