Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejumlah Perusahaan Bersaing Garap Proyek Tol Puncak

Sejumlah Perusahaan Bersaing Garap Proyek Tol Puncak
ilustrasi tol. (IDN Times/Inin Nastain)
Intinya Sih
  • Pemerintah tengah mengevaluasi beberapa proposal dari perusahaan yang bersaing menggarap proyek Tol Puncak, dengan fokus memilih penawaran paling menguntungkan bagi negara.
  • Proyek ini direncanakan memakai skema KPBU unsolicited karena potensi lalu lintas tinggi dan prospek bisnisnya dinilai menarik bagi investor swasta.
  • Pembangunan Tol Puncak ditargetkan membantu mengurai kemacetan kronis di kawasan tersebut, sambil meminimalkan ketergantungan pada dana APBN melalui pembiayaan alternatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan rencana pembangunan Jalan Tol Puncak saat ini dalam tahap evaluasi di Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur. Dia menyebut sedang terjadi mini kompetisi karena terdapat beberapa perusahaan (bidder) yang telah menyetorkan studi kelayakan awal atau pre-feasibility study (pre-FS).

Pemerintah kini tengah mengkaji proposal mana yang paling memberikan manfaat bagi negara.

"Masih ada semacam mini kompetisi lah karena ada beberapa bidder di situ yang sudah menyampaikan pre-FS, mereka sedang mengkaji mana yang yang terbaik untuk bangsa dan negara. Nanti pada waktunya kita akan umumkan," kata dia di Jakarta, dikutip Senin (9/3/2026).

1. Proyek Tol Puncak gunakan skema unsolicited

Progres pembangunan tol Trans Sumatra Seksi 4 Sinaksak – Simpang Panei diklaim rampung 95 persen. (Dok Hutama Karya)
Ilustrasi pembangunan tol. (Dok Hutama Karya)

Dody menjelaskan proyek jalan bebas hambatan menuju kawasan Puncak itu kemungkinan besar akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited atau atas prakarsa swasta.

Keputusan itu diambil lantaran volume lalu lintas (traffic) di jalur tersebut dinilai sangat memadai dan prospektif secara bisnis bagi investor, sehingga prosesnya akan terus didorong melalui jalur tersebut.

"Jadi masih akan berproses KPBU yang unsolicited karena kita lihat traffic-nya cukup memadai untuk masuk ke KPBU yang unsolicited," ujarnya.

2. Upaya urai kemacetan parah yang kerap terjadi di jalur Puncak

Jalur Puncak menuju simpang Gadog Puncak Bogor padat Sabtu (22/2/2025). (Linna Susanti/IDN Times).
Jalur Puncak menuju simpang Gadog Puncak Bogor padat Sabtu (22/2/2025). (Linna Susanti/IDN Times).

Kementerian PU menargetkan percepatan pembangunan Tol Puncak demi mengurai kepadatan kendaraan. Menurutnya kemacetan di jalur tersebut tidak lagi terbatas pada akhir pekan, melainkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Dengan hadirnya tol tersebut, diharapkan aktivitas masyarakat tidak lagi terhambat oleh kemacetan parah yang selama ini menjadi keluhan utama di kawasan Puncak.

"Jadi itu bisa segera terurai dan masyarakat tidak banyak merasa terganggu lagi dengan kondisi kemacetan yang luar biasa di di jalur tersebut," paparnya.

3. Pemerintah tak mau proyek bergantung pada APBN

Ilustrasi APBN.
Ilustrasi APBN. (Kemenkeu)

Kementerian PU menegaskan fokus utama saat ini adalah memperdalam kajian proyek Tol Puncak guna memastikan kebutuhan konstruksi dan skema pembiayaan yang tepat. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menyebut kajian tersebut harus akurat agar pembangunan dapat dilakukan tanpa bergantung pada dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Sekarang kan dipastikan bahwa pembangunan infrastruktur itu seminimal mungkin tidak menggunakan dana APBN," kata dia di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More