Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ekspor Korea Selatan Melonjak 93,7 Persen, Tertinggi sejak 1974

2 min read
Ekspor Korea Selatan Melonjak 93,7 Persen, Tertinggi sejak 1974
ilustrasi papan sirkuit (pexels.com/Muffin Creatives)
  • Ekspor Korea Selatan melonjak 93,7 persen secara tahunan menjadi 115,28 miliar dolar AS pada Oktober 2026, pertumbuhan tertinggi sejak Januari 1974.
  • Ekspor semikonduktor naik 259,4 persen menjadi 56,44 miliar dolar AS, didorong permintaan cip dan server AI; pengiriman ke China, AS, Eropa, serta Asia Tenggara turut meningkat.
  • Impor naik 36 persen menjadi 72,78 miliar dolar AS akibat harga minyak dan permintaan peralatan; Korea Selatan mencatat surplus perdagangan 42,50 miliar dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Ekspor Korea Selatan (Korsel) melonjak 93,7 persen secara tahunan menjadi 115,28 miliar dolar AS (setara Rp2.089,70 triliun) pada Oktober 2026. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari 50 tahun terakhir, didorong kuatnya permintaan global terhadap produk semikonduktor di tengah lonjakan investasi akal imitasi (AI).

Pertumbuhan ekspor tersebut melampaui kenaikan 83,7 persen pada September 2026 sekaligus menjadi yang tertajam sejak Januari 1974.

  1. 1. Ekspor semikonduktor Korsel melonjak 259,4 persen

    bendera Korea Selatan dan bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Korea Selatan dan bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Alex Ko)

    Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel (MOTIR) mencatat nilai ekspor semikonduktor mencapai 56,44 miliar dolar AS (setara Rp1.023,10 triliun) pada Oktober 2026. Angka tersebut meningkat 259,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kenaikan itu didukung tingginya harga dan volume penjualan cip di tengah investasi fasilitas produksi oleh perusahaan teknologi besar global untuk bersaing dalam industri AI. Sementara itu, penjualan komputer melonjak 496,6 persen seiring meningkatnya permintaan server untuk layanan AI.

  2. 2. Ekspor Korsel ke China dan AS turut meningkat

    bendera China dan bendera Korea Selatan
    ilustrasi bendera China dan bendera Korea Selatan (pixabay.com/qiipqiipfly)

    Berdasarkan negara tujuan, ekspor Korsel ke China meningkat 133,6 persen secara tahunan pada Oktober 2026. Pengiriman ke Amerika Serikat (AS) melonjak 185,8 persen, sedangkan ekspor ke Eropa dan Asia Tenggara masing-masing tumbuh 56,4 persen dan 128 persen.

    Secara keseluruhan, nilai ekspor Korsel selama Januari hingga Oktober 2026 mencapai 930 miliar dolar AS (setara Rp16.858,25 triliun). Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Kim Jung Kwan memperkirakan nilai ekspor tahunan akan menembus 1 triliun dolar AS (setara Rp18.127,15 triliun) pada November 2026.

  3. 3. Impor Korea Selatan meningkat 36 persen

    bendera Korea Selatan
    ilustrasi bendera Korea Selatan (pixabay.com/do21c)

    Di sisi lain, impor Korsel naik 36 persen secara tahunan menjadi 72,78 miliar dolar AS (setara Rp1.319,29 triliun) pada Oktober 2026. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Januari 2022, seiring meningkatnya harga minyak mentah serta permintaan peralatan produksi semikonduktor dan kendaraan bermotor.

    Korsel mencatat surplus perdagangan bulanan sebesar 42,50 miliar dolar AS (setara Rp770,40 triliun) pada Oktober 2026. Akan tetapi, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan surplus sebesar 49,97 miliar dolar AS (setara Rp905,81 triliun) pada September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More