Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Melemah di Rp17.127 meski Ada Sinyal Damai AS-Iran
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup melemah di level Rp17.127 per dolar AS meski muncul sinyal damai antara AS dan Iran yang sedikit meredakan ketegangan geopolitik.
  • Pelaku usaha memilih bersikap hati-hati dengan menahan ekspansi besar, fokus pada efisiensi serta investasi di sektor tahan banting seperti pangan, energi, dan digital.
  • Ibrahim memprediksi rupiah masih berisiko melemah pada perdagangan Rabu, bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.120 hingga Rp17.170 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026). Rupiah masih tekanan oleh sentimen geopolitik meskipun muncul secercah harapan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini parkir di level Rp17.127 per dolar AS, mengalami pelemahan sebesar 22 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.105 per dolar AS.

1. Sinyal damai AS-Iran mulai muncul tapi ketegangan belum sirna

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebutkan munculnya tanda-tanda potensi dialog antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang sedikit mengurangi kecemasan pasar terkait risiko pasokan minyak dunia.

Sebelumnya, kekhawatiran memuncak akibat blokade AS terhadap Selat Hormuz yang kini dilaporkan meluas hingga ke Teluk Oman dan Laut Arab. Bahkan, data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal terpaksa berbalik arah saat blokade tersebut mulai berlaku.

Meskipun Iran sempat mengancam akan menargetkan pelabuhan di negara-negara sekitar Teluk akibat buntuya pembicaraan di Islamabad, harapan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Iran sebenarnya ingin membuat kesepakatan.

"Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan upaya yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan," kata Ibrahim.

2. Dunia usaha masih hati-hati dan pilih tahan ekspansi besar

Meningkatnya ketidakpastian global membuat para pelaku usaha memasuki fase wait and see atau menunggu perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan penting.

"Penurunan ekspektasi kegiatan bisnis dan stagnasi penjualan mencerminkan kehati-hatian pelaku usaha dalam mengambil keputusan ekspansi. Meski demikian, ekspansi bisnis dinilai tidak berhenti, tetapi mengalami penyesuaian strategi," ujar Ibrahim.

Saat ini, strategi dunia usaha mulai bergeser pada efisiensi dan optimalisasi operasional, serta mengalihkan investasi ke sektor yang lebih tahan banting atau resilien seperti pangan, energi, dan digital.

Beberapa faktor pengganjal utama ekspansi antara lain volatilitas (naik-turunnya) harga energi, hambatan logistik, tekanan nilai tukar rupiah, hingga biaya pembiayaan yang masih relatif tinggi.

3. Prediksi nilai tukar rupiah untuk perdagangan Rabu

Untuk perdagangan Rabu (15/4/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah kembali. Dia memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.120 hingga Rp17.170 per dolar AS.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 22 poin, sebelumnya sempat melemah 50 poin di level Rp17.127 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.105," kata dia.

Editorial Team