Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

SK Hynix Bangun Pabrik Chip Canggih Rp217,6 Triliun di Korea Selatan

Ilustrasi Bendera Korea (freepik.com/pranavkr)
Ilustrasi Bendera Korea (freepik.com/pranavkr)
Intinya sih...
  • SK Hynix mulai bangun pabrik chip canggih pada April 2026, dengan investasi senilai 19 triliun won (Rp217,6 triliun) untuk memenuhi kebutuhan industri AI yang berkembang pesat.
  • Pabrik baru fokus pada produksi high-bandwidth memory (HBM), teknologi DRAM berkecepatan tinggi yang banyak digunakan dalam pemrosesan data besar untuk aplikasi AI.
  • SK Hynix perluas kapasitas pengemasan chip AI di Korsel dan luar negeri, termasuk proyek pabrik pengemasan chip senilai 3,87 miliar dolar AS (Rp65,2 triliun) di Indiana, AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan semikonduktor SK Hynix mengumumkan rencana investasi sebesar 19 triliun won (Rp217,6 triliun) untuk membangun fasilitas baru pengemasan chip canggih di Korea Selatan. Hal itu diumumkan pada pada Selasa (13/1/2026). Investasi besar ini ditujukan untuk memenuhi lonjakan permintaan chip memori yang meningkat pesat akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor.

Fasilitas tersebut akan fokus pada proses pengemasan tingkat lanjut untuk chip memori berperforma tinggi yang digunakan dalam server, pusat data, dan aplikasi AI generasi terbaru. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi SK Hynix untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen memori terbesar di dunia di tengah persaingan global yang semakin ketat di industri semikonduktor.

1. SK Hynix mulai bangun pabrik chip canggih pada April 2026

Perusahaan semikonduktor SK Hynix akan memulai pembangunan pabrik pengemasan chip canggih pada April 2026, dengan target penyelesaian pada akhir 2027. Fasilitas baru ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi chip memori berperforma tinggi guna memenuhi kebutuhan industri AI yang terus berkembang pesat di seluruh dunia.

Investasi senilai 19 triliun won (Rp217,6 triliun), menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan keunggulannya di pasar memori global. SK Hynix menyebut bahwa percepatan kompetisi global di bidang AI telah mendorong lonjakan besar dalam permintaan terhadap memori khusus untuk teknologi tersebut.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat posisi Korea Selatan sebagai pusat utama dalam rantai pasok semikonduktor dunia di era dominasi AI.

2. Pabrik baru SK Hynix akan fokus pada produksi memori HBM

Pabrik baru SK Hynix akan berfokus pada produksi high-bandwidth memory (HBM), jenis memori DRAM berkecepatan tinggi yang menumpuk chip secara vertikal untuk menghemat ruang dan konsumsi daya. Teknologi HBM ini banyak digunakan dalam pemrosesan data besar untuk aplikasi AI yang kompleks dan telah menjadi bagian penting dari inovasi chip sejak pertama kali diperkenalkan pada 2013.

Menurut data Macquarie Equity Research, SK Hynix mendominasi pasar HBM pada 2025 dengan pangsa 61 persen, diikuti oleh Samsung Electronics sebesar 19 persen dan Micron sebesar 20 persen.

“Sebagai pemimpin pasar HBM, fasilitas ini akan memproduksi memori berkinerja tinggi untuk GPU pelatihan AI seperti ChatGPT,” tulis SK Hynix dalam pernyataan resmi perusahaan, dilansir Channel News Asia.

3. SK Hynix perluas kapasitas pengemasan chip AI di Korsel untuk perkuat posisi global

Lonjakan permintaan chip memori untuk AI mendorong SK Hynix melakukan ekspansi fasilitas pengemasan canggih di Korea Selatan sebagai langkah strategis memperkuat posisinya di tengah persaingan industri semikonduktor global.

Selain investasi domestik senilai 19 triliun won (Rp217,6 triliun), perusahaan juga telah mengumumkan rencana serupa di luar negeri, termasuk proyek pabrik pengemasan chip senilai 3,87 miliar dolar AS (Rp65,2 triliun) di Indiana, AS, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.

“Kami bangga menjadi yang pertama di industri yang membangun fasilitas pengemasan canggih khusus produk AI,” ujar CEO SK Hynix, Kwak Noh-Jung, dikutip The Star.

Langkah ini juga selaras dengan proyek jangka panjang pemerintah Korea Selatan untuk mengembangkan klaster semikonduktor Yongin senilai 120 triliun won (Rp1,3 kuadriliun) hingga tahun 2046.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Microsoft Akan Cegah Kenaikan Tarif Listrik akibat Data Center

13 Jan 2026, 21:27 WIBBusiness