ilustrasi berjualan dengan teknik social selling (freepik.com/freepik)
Ada beberapa alasan mengapa social selling semakin relevan bagi bisnis saat ini. Pertama, calon pelanggan semakin terbiasa melakukan riset secara online sebelum membeli. Mereka bisa mencari informasi mengenai produk, membandingkan pilihan, membaca pengalaman orang lain, bahkan melihat bagaimana sebuah brand berkomunikasi sebelum menghubungi tenaga penjual. Media sosial memungkinkan bisnis hadir dalam tahap tersebut. Bisnis bisa menjawab pertanyaan, memberikan informasi, sekaligus menunjukkan keahliannya sejak awal perjalanan pelanggan.
Kedua, social selling dapat membantu bisnis mendapatkan lead yang lebih berkualitas. Hal ini cukup masuk akal. Daripada menghubungi daftar calon pelanggan secara acak, tenaga penjual dapat memprioritaskan orang yang sudah menunjukkan ketertarikan, memiliki masalah tertentu, atau memberikan sinyal bahwa mereka sedang mencari solusi.
Ketiga, social selling membuat pendekatan penjualan menjadi lebih personal. Pesan yang membahas industri, tantangan, atau kebutuhan spesifik seseorang tentu terasa berbeda dibandingkan dengan promosi yang sama persis untuk semua orang. Dengan memperhatikan percakapan dan aktivitas calon pelanggan, bisnis dapat menyesuaikan pendekatannya. Produk tetap menjadi bagian dari percakapan, tetapi bukan satu-satunya hal yang dibicarakan.
Terakhir, social selling juga dapat membantu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Media sosial bukan hanya berguna untuk mencari pelanggan baru. Kanal ini juga dapat digunakan untuk mendengarkan keluhan, merespons pertanyaan, serta menjaga komunikasi setelah pembelian. Misalnya, dengan social listening, bisnis dapat mengetahui ketika pelanggan mulai menunjukkan ketidakpuasan dan mengambil tindakan sebelum masalah tersebut berkembang lebih jauh.