Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Creator Commerce dan Kenapa Bisa Naik Daun?

Apa Itu Creator Commerce dan Kenapa Bisa Naik Daun?
ilustrasi membuat konten (unsplash.com/Vitaly Gariev)
  • Creator commerce memungkinkan kreator menjual produk atau layanan langsung kepada audiens, menggabungkan konten, rekomendasi, dan transaksi dalam satu rangkaian digital.
  • Model ini bekerja lewat ulasan, tutorial, tautan afiliasi, live commerce, toko DTC, atau fitur belanja platform, sehingga proses dari melihat hingga membeli menjadi lebih singkat dan terukur.
  • Bagi brand, creator commerce membantu menjangkau komunitas relevan, melacak klik serta konversi, dan mengoptimalkan kampanye melalui pemilihan kreator sesuai niche serta evaluasi data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belanja online kini tidak lagi selalu dimulai dari pencarian produk di marketplace. Banyak orang justru menemukan barang dari video, ulasan, atau rekomendasi kreator yang mereka ikuti di media sosial. Dari perubahan kebiasaan inilah creator commerce semakin banyak diperbincangkan, karena kreator tidak hanya membuat konten, tetapi juga ikut berperan dalam mendorong keputusan pembelian.

Fenomena ini membuat batas antara konten, rekomendasi, dan aktivitas belanja menjadi semakin tipis. Lantas, apa sebenarnya creator commerce dan mengapa model ini mulai menarik perhatian brand maupun kreator? Berikut pembahasannya!

  1. 1. Apa itu creator commerce?

    ilustrasi seorang influencer sedang membuat konten
    ilustrasi seorang influencer sedang membuat konten (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Creator commerce adalah model bisnis yang memungkinkan kreator konten menjual produk atau layanan secara langsung kepada audiens mereka. Model ini menggabungkan konten hiburan, pengaruh kreator, dan transaksi dalam satu rangkaian. Dengan dukungan media sosial, platform digital, dan toko online yang lebih personal, kreator tidak hanya punya kendali atas konten yang dibuat, tetapi juga bisa ikut mengatur bagaimana produk ditawarkan kepada audiens.

    Model ini muncul seiring perubahan kebiasaan konsumen yang kini sering kali lebih percaya pada rekomendasi dari individu dibandingkan dengan iklan brand. Kreator pun perlahan mengambil peran dalam berbagai tahap perjalanan konsumen. Mulai dari membuat orang mengenal produk, mempertimbangkan pembelian, sampai akhirnya melakukan transaksi.

  2. 2. Bagaimana creator commerce bekerja

    ilustrasi membuat konten fashion
    ilustrasi membuat konten fashion (freepik.com/freepik)

    Cara kerja creator commerce sebenarnya cukup sederhana. Kreator menampilkan sebuah produk melalui konten yang terasa natural, misalnya lewat ulasan, tutorial, atau video penggunaan produk. Audiens yang tertarik kemudian bisa mengklik tautan produk, menggunakan affiliate link, atau langsung melakukan pembelian melalui fitur belanja yang tersedia di platform.

    Alur tersebut membuat perjalanan dari melihat produk sampai membeli menjadi lebih singkat. Bagi brand, proses ini juga lebih mudah diukur karena aktivitas seperti klik, transaksi, conversion rate, click-through rate (CTR), hingga pendapatan bisa dilacak. Hal inilah yang membedakan creator commerce dari influencer marketing yang hanya berfokus pada peningkatan awareness atau pada upaya membuat brand agar lebih dikenal.

  3. 3. Jenis-jenis creator commerce

    ilustrasi membuat konten
    ilustrasi membuat konten (unsplash.com/Videodeck .co)

    Creator commerce bisa hadir dalam beberapa bentuk, tergantung bagaimana kreator berinteraksi dengan audiens dan menghasilkan pendapatan dari pengaruh yang dimilikinya:

    Dalam model ini, kreator mempromosikan produk menggunakan tautan khusus yang dapat dilacak. Jika audiens membeli melalui tautan tersebut, kreator akan mendapatkan komisi. Cara ini cukup sering ditemukan dalam konten review, tutorial, rekomendasi produk, maupun postingan media sosial.

    • Toko direct-to-consumer (DTC)

    Sebagian kreator memilih membangun brand atau menjual merchandise sendiri melalui toko online. Dengan cara ini, mereka memiliki kendali lebih besar atas harga, desain produk, hingga pengalaman pelanggan. Kreator juga tidak hanya bergantung pada produk milik brand lain.

    • Live commerce

    Live commerce menggabungkan hiburan dengan aktivitas jual beli secara langsung. Kreator dapat melakukan siaran sambil memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan audiens, dan mengarahkan mereka untuk melakukan pembelian saat itu juga.

    • Toko di dalam platform

    Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube juga mulai menyediakan fitur belanja yang memungkinkan kreator menampilkan produk tanpa mengharuskan audiens keluar dari aplikasi. Audiens bisa menemukan produk sekaligus melakukan transaksi dalam pengalaman yang lebih terintegrasi.

    Setiap model memiliki tingkat kepemilikan, skalabilitas, dan integrasi yang berbeda. Karena itu, kreator bisa memilih model yang paling sesuai dengan karakter audiens, bidang konten, serta tujuan bisnis mereka.

  4. 4. Manfaat creator commerce bagi brand

    ilustrasi rapat pelaku bisnis
    ilustrasi rapat pelaku bisnis (pexels.com/Kampus Production)

    Salah satu daya tarik creator commerce bagi brand adalah kemampuannya menjangkau komunitas yang sudah memiliki hubungan dekat dengan kreator. Audiens biasanya mengikuti kreator karena merasa memiliki kesamaan minat atau percaya pada pendapat mereka. Hal ini membuat rekomendasi produk bisa terasa lebih relevan dibandingkan dengan iklan biasa.

    Kreator juga membantu brand menjangkau audiens yang lebih spesifik. Misalnya, brand fashion bisa bekerja sama dengan kreator yang memang membahas outfit dan gaya berpakaian. Dengan target yang lebih terarah, brand berpeluang mendapatkan engagement yang lebih tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar kampanye dengan jangkauan yang sangat luas.

    Selain soal penjualan, creator commerce juga memberikan data yang berguna bagi brand. Dari aktivitas audiens, brand dapat melihat produk mana yang paling menarik perhatian, bagaimana perilaku konsumen, serta bagian mana dari kampanye yang menghasilkan konversi. Informasi tersebut kemudian bisa digunakan untuk menentukan strategi pemasaran, mengatur produk, hingga membuat pendekatan yang lebih personal kepada pelanggan.

  5. 5. Tips agar creator commerce berjalan efektif

    ilustrasi fashion content creator
    ilustrasi membuat konten (pexels.com/Miriam Alonso)

    Creator commerce bukan sekadar soal menemukan kreator dengan jumlah followers yang besar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kerja sama yang dilakukan benar-benar menghasilkan:

    • Manfaatkan affiliate link. Affiliate marketing memungkinkan brand memberikan komisi berdasarkan penjualan yang dihasilkan kreator. Selain mendorong kreator untuk ikut mempromosikan produk, brand juga bisa mengukur hasil kampanye dengan lebih jelas.

    • Pilih kreator yang sesuai dengan niche brand. Jumlah followers bukan satu-satunya pertimbangan. Kreator yang punya audiens lebih kecil tetapi relevan dengan produk bisa memberikan hasil yang lebih baik. Misalnya, brand makanan dan minuman dapat mencari kreator yang memang fokus pada kuliner, sementara brand fashion bisa bekerja sama dengan kreator di bidang fashion dan kecantikan.

    • Jangan mengabaikan proses pengelolaan kampanye. Creator commerce melibatkan banyak hal, mulai dari memilih kreator, menentukan bentuk kerja sama, menyusun konten, memantau performa, sampai mengevaluasi hasil. Data dari setiap kampanye juga perlu diperhatikan agar brand tahu strategi mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.

    Creator commerce menjadi salah satu cara untuk menghubungkan konten dengan transaksi. Ketika konsumen semakin terbiasa menemukan dan membeli produk melalui konten yang mereka nikmati, peran kreator dalam proses penjualan pun ikut berkembang. Bagi brand, tren ini bukan hanya tentang mendapatkan lebih banyak exposure, tetapi juga membangun hubungan dengan audiens yang tepat sekaligus mengubah perhatian menjadi penjualan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More