Di era media sosial, sebuah produk atau layanan dapat menjadi sangat populer hanya dalam hitungan hari. Konten yang viral mampu menarik perhatian jutaan orang, menciptakan lonjakan permintaan, dan membuat penjualan meningkat secara drastis. Kondisi ini sering disebut sebagai hype, yaitu periode ketika minat masyarakat terhadap suatu produk sedang berada pada puncaknya. Banyak pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh keuntungan dalam waktu singkat.
Namun, hype tidak selalu bertahan lama. Ketika perhatian masyarakat mulai beralih ke tren baru, permintaan terhadap produk biasanya ikut menurun. Tidak sedikit bisnis yang awalnya ramai justru kehilangan pelanggan karena terlalu bergantung pada viralitas. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memiliki strategi agar momentum yang diperoleh dari hype dapat diubah menjadi bisnis yang stabil dan berkelanjutan.
Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengubah hype menjadi bisnis jangka panjang. Scroll dibawah ini!
