Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Suku Bunga AS Diprediksi Naik, Rupiah Melemah ke Level Rp14.725

Suku Bunga AS Diprediksi Naik, Rupiah Melemah ke Level Rp14.725
Ilustrasi Dollar dan Rupiah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (15/6/2022).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 26 di level Rp14.725 per dolar AS pagi ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.699 per dolar.

1. Rupiah berpotensi melemah di penutupan

Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar hari ini akibat dipengaruhi sentimen Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

"Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mungkin belum berakhir hari ini karena sentimen the Fed," kata Ariston.

2. Ekspektasi kenaikan suku bunga semakin tinggi

Ariston menjelaskan banyak pelaku pasar kini berekspektasi suku bunga acuan AS akan dinaikkan lebih tinggi dini hari nanti, yaitu sebesar 75 basis poin dari ekspektasi sebelumnya 50.

"Karena inflasi konsumen dan produsen AS pada Mei masih di level tinggi, belum terlihat tren penurunan," katanya.

3. Pasar berburu aset berisiko

Tapi di sisi lain, Ariston mengatakan pasar juga menduga setelah rapat ini, kenaikan suku bunga the Fed akan berkurang. Ini, katanya, mungkin mendorong sebagian pelaku pasar kembali masuk ke pasar setelah kejatuhan dalam harga aset berisiko kemarin.

Selain itu, Ariston menyebut hal ini mungkin bisa mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.

"Di tengah pelonggaran aktivitas di masa pandemi, pasar mulai berburu aset berisiko untuk mendapatkan peluang di tengah pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia," katanya.

Ariston menyebut potensi pelemahan rupiah ke kisaran Rp14.730, bisa saja menguat titik Rp14.650.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rehia Sebayang
Satria Permana
Rehia Sebayang
EditorRehia Sebayang
Follow Us

Latest in Business

See More

Utang China Salip UE Pertama Kalinya, Pertanda Apa bagi Ekonomi Dunia?

07 Apr 2026, 23:54 WIBBusiness