Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/D Goug)
  • AS menambah 165 ribu pekerjaan nonpertanian pada Oktober 2026, melampaui proyeksi 65 ribu; tingkat pengangguran turun menjadi 4,1 persen.
  • Sektor jasa profesional dan bisnis memimpin penyerapan 70 ribu pekerja, disusul kesehatan 42 ribu; upah per jam naik 0,4 persen menjadi 38 dolar AS.
  • Data Agustus dan September direvisi menambah total 84 ribu pekerjaan; pengangguran berjumlah 7,1 juta, sementara pekerja paruh waktu involunter naik 339 ribu menjadi 4,8 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) mencatatkan penambahan 165 ribu pekerjaan nonpertanian pada Oktober 2026, melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memproyeksikan kenaikan 65 ribu posisi. Laporan resmi tersebut dirilis oleh Bureau of Labor Statistics pada Jumat (6/11/2026) waktu setempat, bersamaan dengan catatan tingkat pengangguran yang turun menjadi 4,1 persen.

Pertumbuhan lapangan kerja ini mengalami percepatan dibandingkan perolehan September 2026 yang direvisi naik menjadi 60 ribu. Angka penambahan tenaga kerja pada Oktober ini juga melampaui rata-rata kenaikan bulanan sebesar 48 ribu pekerjaan selama 12 bulan terakhir.

1. Rincian penyerapan sektor kerja dan kenaikan upah

ilustrasi kantor (unsplash.com/Israel Andrade)

Sektor jasa profesional dan bisnis memimpin perolehan penyerapan tenaga kerja dengan mencatatkan 70 ribu pekerja baru. Sektor perawatan kesehatan menyusul dengan penambahan 42 ribu posisi, serta sektor transportasi dan pergudangan bertambah 25 ribu pekerja. Sementara itu, sektor industri manufaktur membukukan kenaikan penyerapan tenaga kerja sebanyak 19 ribu orang.

Dilansir Anadolu Agency, rata-rata upah per jam untuk pekerja swasta nonpertanian naik 0,14 dolar AS atau setara Rp2.535 menjadi 38 dolar AS atau setara Rp687.990. Kenaikan bulanan sebesar 0,4 persen tersebut membawa pertumbuhan upah tahunan mencapai 3,1 persen. Di sisi lain, rata-rata jam kerja mingguan pekerja tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka 34,4 jam.

2. Revisi data bulan sebelumnya dan ruang kebijakan bank sentral

ilustrasi mentor pekerja muda (pexels.com/Antoni Shkraba)

Bureau of Labor Statistics turut merevisi naik perolehan data penambahan tenaga kerja pada dua bulan sebelumnya. Penambahan pekerja pada Agustus 2026 direvisi naik sebesar 53 ribu posisi dari 133 ribu menjadi 186 ribu pekerja. Untuk periode September 2026, data penambahan tenaga kerja dinaikkan sebesar 31 ribu posisi dari laporan awal 29 ribu menjadi 60 ribu.

Sebagaimana dilansir Quartz, gabungan revisi pada dua bulan tersebut memperlihatkan 84 ribu pekerjaan lebih banyak dibandingkan publikasi sebelumnya. Laju perekrutan yang lebih kuat dan revisi naik ini berpotensi memberi ruang lebih bagi Federal Reserve untuk fokus menekan inflasi, sekaligus mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap tangguh. Federal Reserve mempertimbangkan kondisi pasar tenaga kerja bersamaan dengan inflasi dalam menetapkan suku bunga demi mencapai penyerapan tenaga kerja maksimum dan target inflasi jangka panjang sebesar dua persen.

3. Kondisi angka pengangguran dan pergerakan pasar keuangan

Amerika Serikat (pexels.com/Josh Sorenson)

Jumlah total warga yang menganggur di AS tercatat tidak banyak berubah pada angka 7,1 juta orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja di level 61,9 persen. Angka pengangguran tersebut bertahan di rentang 4,1 persen hingga 4,3 persen sejak Maret. Namun, jumlah orang yang bekerja paruh waktu karena pengurangan jam kerja atau kendala mencari pekerjaan penuh waktu bertambah 339 ribu orang menjadi 4,8 juta orang.

Pada pekan yang sama, lembaga ADP melaporkan penyerapan tenaga kerja sektor swasta bertambah 86 ribu posisi pada Oktober, lebih tinggi dari perkiraan Wall Street sebesar 75 ribu. Setelah laporan ketenagakerjaan pemerintah diumumkan, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak naik 6,4 basis poin hingga mencapai level 4,894 persen. Bureau of Labor Statistics dijadwalkan menerbitkan laporan ketenagakerjaan periode November pada 4 Desember 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article