Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
The Fed Naikkan Bunga ke 4 Persen, Bikin Trump Meradang
ilustrasi The Fed atau Federal Reserve (commons.wikimedia.org/AgnosticPreachersKid)
  • The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen, pertama kali sejak 2023.
  • Inflasi AS masih di atas target The Fed, dengan CPI Agustus tercatat 3,4 persen secara tahunan.
  • Mayoritas pejabat memproyeksikan kenaikan bunga tambahan, sementara Donald Trump mengecam keputusan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang harus diprioritaskan The Fed?
Vote Now
Januari

The Fed mempertahankan suku bunga sambil menunggu dampak perang Iran terhadap harga energi dan kebijakan tarif Trump.

Juli

Semakin banyak pejabat The Fed mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi.

Agustus

CPI AS tercatat 3,4 persen secara tahunan, masih di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

Rabu

FOMC menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen secara bulat. Trump mengecam keputusan tersebut.

Kamis (17/9/2026)

Kevin Warsh mengatakan kenaikan suku bunga diperlukan untuk menghadapi tekanan inflasi yang masih tinggi.

akhir tahun

The Fed memproyeksikan inflasi PCE sebesar 3,7 persen dan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,3 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang harus diprioritaskan The Fed?
Vote Now
  • What?
    The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen.
  • Who?
    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Ketua The Fed Kevin Warsh, dan Presiden AS Donald Trump terlibat dalam kebijakan serta reaksinya.
  • Where?
    Amerika Serikat, melalui kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.
  • When?
    FOMC memutuskan kenaikan suku bunga pada Rabu. Warsh menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers yang dikutip Kamis (17/9/2026).
  • Why?
    Inflasi AS masih berada di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2 persen dan tekanan harga dinilai terlalu tinggi.
  • How?
    Para anggota FOMC menyetujui kenaikan 25 basis poin secara bulat untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang harus diprioritaskan The Fed?
Vote Now

Aku tahu The Fed menaikkan bunga jadi 3,75–4 persen karena harga-harga di AS masih tinggi. Kevin Warsh bilang ini perlu supaya harga bisa terkendali. Donald Trump tidak suka keputusan itu dan ingin bunga dipangkas. Sekarang, The Fed juga melihat bunga mungkin naik lagi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang harus diprioritaskan The Fed?
Vote Now

Keputusan suku bunga ini menunjukkan The Fed menempatkan pengendalian inflasi sebagai perhatian utama ketika tekanan harga masih tinggi. Persetujuan bulat anggota FOMC dan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang meningkat menjadi 2,3 persen juga menggambarkan kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang harus diprioritaskan The Fed?
Vote Now

Jakarta, IDN Times – Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2023. Keputusan tersebut diambil di tengah inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih berada di atas target dan berlawanan dengan desakan Presiden Donald Trump agar suku bunga dipangkas.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu memilih menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen. Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh para anggota komite.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan kenaikan tersebut diperlukan untuk menghadapi tekanan inflasi yang masih tinggi. Menurutnya, inflasi AS telah berada pada level terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu lama.

“Faktanya jelas, inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama,” kata Warsh dalam konferensi pers, dikutip dari AFP, Kamis (17/9/2026).

Ia menyebut keputusan menaikkan suku bunga sebagai langkah serius, tetapi diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

1. Inflasi AS masih di atas target The Fed

Ilustrasi The Fed (unsplash.com/Joshua Hoehne)

The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga sejak Januari. Bank sentral memilih menunggu dan melihat dampak perang Iran terhadap harga energi serta efek kebijakan tarif Trump terhadap harga barang di AS.

Namun, sejak Juli, semakin banyak pejabat The Fed mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi. Tekanan harga masih tinggi, terutama pada sektor energi, sementara perang Iran terus berlangsung.

Data indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Agustus tercatat 3,4 persen secara tahunan. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi masih jauh di atas target inflasi jangka panjang The Fed sebesar 2 persen.

Ekonom KPMG Diane Swonk mengatakan, kondisi inflasi membuat The Fed akhirnya mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga.

“Tekanan harga masih terlalu tinggi dan terlalu persisten untuk diabaikan para pembuat kebijakan, sementara ekonomi dan pasar tenaga kerja cukup kuat untuk menyerap kebijakan yang lebih ketat,” ujar Swonk.

Dalam proyeksi ekonomi terbarunya, The Fed juga menaikkan perkiraan inflasi berdasarkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) menjadi 3,7 persen pada akhir tahun. Proyeksi tersebut naik 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya.

2. The Fed beri sinyal bunga bisa naik lagi

ilustrasi The Fed (pexels.com/Markus Winkler)

Kenaikan suku bunga pada Rabu kemungkinan bukan yang terakhir tahun ini. Proyeksi yang dirilis The Fed menunjukkan mayoritas pejabat bank sentral memperkirakan masih diperlukan setidaknya satu kenaikan tambahan sebelum akhir tahun.

Sebanyak 12 dari 18 pejabat yang tercantum dalam proyeksi memperkirakan satu kenaikan suku bunga lagi diperlukan. Sementara itu, empat pejabat memperkirakan diperlukan dua kenaikan tambahan. The Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada akhir tahun menjadi 2,3 persen, atau naik 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya.

Warsh mengatakan, dirinya tetap melihat adanya ketahanan dalam perekonomian AS. Menurutnya, kekuatan ekonomi menjadi salah satu indikator kemampuan AS menghadapi kondisi keuangan yang lebih ketat.

Kebijakan suku bunga The Fed memiliki dua tujuan utama, yakni mendorong lapangan kerja maksimal sekaligus menjaga inflasi menuju target jangka panjang sebesar 2 persen. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong aktivitas ekonomi, sedangkan kenaikan suku bunga digunakan untuk mendinginkan aktivitas ekonomi dan tekanan harga.

3. Trump kecam keputusan The Fed

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menari di acara kampanye pemilihan Presiden AS pada 23 Agustus 2024 di Glendale, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Keputusan The Fed mendapat reaksi keras dari Trump. Presiden AS tersebut menyebut kenaikan suku bunga sebagai kenaikan terhadap Trump dan menuding komite yang menetapkan kebijakan suku bunga mengambil keputusan berdasarkan kepentingan politik.

Trump sebelumnya berulang kali mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga. Pemerintahannya juga melakukan tekanan terhadap independensi bank sentral, termasuk upaya memberhentikan salah satu gubernur The Fed dan penyelidikan kriminal terhadap pendahulu Warsh, Jerome Powell.

Berbeda dengan sejumlah pernyataan Trump sebelumnya terhadap Powell, pernyataan Trump pada Rabu tidak secara langsung menghina atau mengkritik Warsh.

Ketegangan mengenai kebijakan moneter tersebut berlangsung menjelang pemilihan paruh waktu AS. Partai Republik menghadapi persaingan dengan Partai Demokrat yang berupaya merebut kendali atas kedua kamar Kongres, sementara persoalan ekonomi menjadi salah satu isu penting bagi pemilih.

Di pasar keuangan, pasar saham AS pada umumnya telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tersebut. Meski demikian, indeks saham tetap melemah setelah keputusan diumumkan karena investor menyesuaikan portofolio mereka.

Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun juga kembali meningkat melewati 5 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan masih adanya ketidakpastian terkait tekanan inflasi dalam jangka panjang.

Pilih fokus utama kebijakan suku bunga

Menurutmu, apa yang harus diprioritaskan The Fed?

See More
Menahan inflasi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Mendorong aktivitas ekonomi

Curated For You

Editorial Team

Related Article