Suahasil Pastikan APBN 2026 Fleksibel untuk Antisipasi Dampak El Nino

- Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan APBN 2026 telah menyiapkan anggaran penanggulangan bencana, termasuk untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino.
- Pemerintah menekankan fleksibilitas anggaran agar respons terhadap bencana alam, kekeringan, dan kejadian tak terduga dapat dilakukan cepat demi mengurangi kerugian masyarakat terdampak.
- Realisasi belanja negara hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp1.969,6 triliun, tumbuh 18,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk penanggulangan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, termasuk untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino.
“Dalam APBN 2026, telah ada anggaran yang memang disiapkan untuk penanggulangan bencana. Namun, fleksibilitasnya sangat diperlukan,” kata Suahasil kepada wartawan usai menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Rabu (16/9/2026).
1. Fleksibolitas APBN diperlukan untuk antisipasi berbagai bencana

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama) Menurut Suahasil, fleksibilitas anggaran diperlukan agar pemerintah dapat merespons bencana yang terjadi secara cepat, termasuk bencana alam dan kekeringan.
“Fleksibilitas anggaran sangat diperlukan untuk memastikan anggaran responsif terhadap situasi yang berkembang, seperti bencana alam, kekeringan, dan yang lainnya. Ini harus kita tangani,” terang Suahasil.
2. Berbagai kejadian bencana harus segera ditanggulangi

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama) Dengan adanya, berbagai dampak bencana dan kejadian tak terduga harus segera ditangani pemerintah agar tidak memperpanjang kerugian yang dialami masyarakat terdampak.
“Tekanan dari berbagai macam kejadian yang tak terduga itu harus langsung kita tanggulangi demi kebaikan masyarakat,” ujarnya.
3. Realisasi belanja negara per Juli Rp1.969,6 triliun

Ilustrasi anggaran atau APBN. (IDN Times/Aditya Pratama) Realisasi belanja negara mencapai Rp1.969,6 triliun hingga 31 Juli 2026.
Angka tersebut tumbuh 18,62 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

























