Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Timur Tengah Memanas Dongkrak Harga Minyak, Rupiah Lesu Pagi Ini

Timur Tengah Memanas Dongkrak Harga Minyak, Rupiah Lesu Pagi Ini
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka melemah ke Rp16.929 per dolar AS pada Jumat pagi, melanjutkan tren penurunan dari hari sebelumnya.
  • Ketegangan di Timur Tengah akibat serangan AS dan Israel ke Iran mendorong kenaikan harga minyak serta memperkuat dolar AS.
  • Analis memprediksi rupiah akan tetap tertekan hari ini, dengan kisaran pergerakan di antara Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (6/3/2026).

Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 24 poin ke level Rp16.929 per dolar AS. Kemarin, Kamis (5/3), kurs rupiah ditutup melemah 13 poin atau 0,08 persen ke Rp16.905 per dolar AS.

1. Pergerakan rupiah hari ini

Pada ke-10 menit perdagangan, kurs rupiah melemah 11 poin atau 0,07 persen ke Rp16.916 per dolar AS.

Kurs rupiah bergerak di rentang Rp16.915-16.934 per dolar AS di awal perdagangan hari ini, dengan year to date (YTD) return sebesar 1,47 persen.

2. Sentimen terhadap obligasi AS dari China bikin dolar lesu

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, pelemahan dolar AS pagi ini didorong oleh memanasnya konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel ke Iran. Kondisi itu menyebabkan harga minyak dunia terdongkrak.

“Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh memanasnya situasi di Timur Tengah dengan ancaman Iran akan balasan terhadap kapal perang yang ditenggelamkan AS,” kata Lukman kepada IDN Times.

3. Prediksi pergerakan rupiah hari ini

Di sisi lain, Lukman melihat kondisi pasar tenaga kerja AS yang terus membaik, sehingga ia memprediksi kurs rupiah akan melemah hari ini.

“Data pekerjaan AS yang lebih kuat juga mendukung dolar. Range Rp16.850-17.000,” ucap Lukman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More