Ketika daya beli melemah, perubahan yang terjadi pada konsumen bukan selalu berhenti berbelanja. Sebagian justru tetap membeli, tetapi mulai lebih berhati-hati dalam menentukan produk yang dipilih. Fenomena ini dikenal sebagai downgrade, yaitu ketika konsumen beralih ke pilihan yang lebih murah, mengurangi frekuensi pembelian, memilih ukuran yang lebih kecil, atau mencari produk yang dianggap memberikan nilai lebih sepadan dengan uang yang dikeluarkan.
Di Indonesia, perubahan tersebut mulai terlihat dalam berbagai kategori. Konsumen semakin memerhatikan value for money, sementara sebagian lainnya beralih ke produk yang lebih terjangkau. Survei PwC Indonesia 2026, misalnya, menunjukkan 77 persen konsumen Indonesia mengutamakan manfaat yang sepadan dengan biaya dalam memilih produk atau layanan kesehatan dan kebugaran.
Kondisi ini memang menjadi tantangan bagi bisnis yang selama ini mengandalkan konsumen kelas menengah dan atas. Namun, di sisi lain, perubahan perilaku tersebut juga bisa menciptakan peluang bagi pengusaha. Lantas, bagaimana cara menangkap peluang usaha di tengah tren downgrade? Simak dalam artikel berikut!