Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Garuda Indonesia Masih Rugi Rp3,24 Triliun di Kuartal III-2026

3 min read
Garuda Indonesia Masih Rugi Rp3,24 Triliun di Kuartal III-2026
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (IDN Times/Holy Kartika)
  • Garuda Indonesia mencatat rugi US$181,37 juta atau Rp3,24 triliun pada kuartal III-2026, turun 5,54 persen dibandingkan kerugian periode sama tahun sebelumnya.

  • Pendapatan usaha naik 13,24 persen menjadi US$2,71 miliar, namun beban usaha tumbuh lebih tinggi 15,70 persen menjadi US$2,64 miliar.

  • Total liabilitas turun menjadi US$7,41 miliar, tetapi ekuitas berbalik defisit US$120,79 juta; aset turun 4,49 persen dan kas merosot 51,52 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih mencatatkan kerugian sebesar 181,37 juta dolar AS atau setara Rp3,24 triliun pada kuartal III-2026 (kurs Rp17.877 per dolar AS per 30 September 2026).

Meski demikian, kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut turun 5,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 192 juta dolar AS atau setara Rp3,43 triliun.

  1. 1. Pendapatan usaha naik 13,24 persen, beban usaha tumbuh lebih tinggi

    Pesawat Garuda Indonesia (Dok.IDN Times/Istimewa)
    Pesawat Garuda Indonesia (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar 2,71 miliar dolar AS atau setara Rp48,39 triliun pada kuartal III-2026.

    Nilai tersebut meningkat 13,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,39 miliar dolar AS atau setara Rp42,73 triliun.

    Pendapatan penerbangan berjadwal menjadi kontributor terbesar dengan perolehan 2,08 miliar dolar AS atau setara Rp37,15 triliun. Jumlah tersebut meningkat 12,64 persen dibandingkan kuartal III-2025 sebesar 1,84 miliar dolar AS atau setara Rp32,98 triliun.

    Sementara itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal atau charter tercatat sebesar 305,83 juta dolar AS atau setara Rp5,47 triliun. Jumlah tersebut naik 2,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 299,55 juta dolar AS atau setara Rp5,36 triliun.

    Adapun beban usaha Garuda Indonesia mencapai 2,64 miliar dolar AS atau setara Rp47,29 triliun pada kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat 15,70 persen dibandingkan kuartal III-2025 sebesar 2,29 miliar dolar AS atau setara Rp40,87 triliun.

  2. 2. Liabilitas turun, ekuitas Garuda Indonesia defisit Rp2,16 triliun

    Penumpang pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Adisutjipto. (IDN Times/Holy Kartika)
    Penumpang pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Adisutjipto. (IDN Times/Holy Kartika)

    Dari aspek neraca keuangan, total liabilitas Garuda Indonesia tercatat sebesar 7,41 miliar dolar AS atau setara Rp132,47 triliun pada kuartal III-2026. Jumlah tersebut turun 2,22 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 7,58 miliar dolar AS atau setara Rp135,48 triliun.

    Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar 5,83 miliar dolar AS atau setara Rp104,23 triliun, turun 23,07 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 7,58 miliar dolar AS atau setara Rp135,48 triliun.

    Sebaliknya, liabilitas jangka pendek meningkat 14,92 persen menjadi 1,57 miliar dolar AS atau setara Rp28,08 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 1,37 miliar dolar AS atau setara Rp24,44 triliun.

    Sementara itu, ekuitas Garuda Indonesia tercatat negatif atau mengalami defisiensi modal sebesar 120,79 juta dolar AS atau setara Rp2,16 triliun pada kuartal III-2026. Kondisi tersebut berbalik dibandingkan posisi akhir 2025, ketika perseroan masih membukukan ekuitas positif sebesar 44,44 juta dolar AS atau setara Rp794,45 miliar

  3. 3. Aset turun 4,49 persen, kas dan setara kas anjlok 51,52 persen

    Pesawat Garuda Indonesia. (Dokumentasi Humas Garuda Indonesia untuk IDN Times)
    Pesawat Garuda Indonesia. (Dokumentasi Humas Garuda Indonesia untuk IDN Times)

    Total aset Garuda Indonesia tercatat sebesar 7,28 miliar dolar AS atau setara Rp130,15 triliun pada kuartal III-2026. Jumlah tersebut turun 4,49 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 7,62 miliar dolar AS atau setara Rp136,28 triliun.

    Sejalan dengan penurunan aset, kas dan setara kas perseroan juga menyusut. Pada kuartal III-2026, kas dan setara kas Garuda Indonesia tercatat sebesar 457,36 juta dolar AS atau setara Rp8,18 triliun, turun 51,52 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 943,40 juta dolar AS atau setara Rp16,87 triliun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More