Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Trik Sukses Bisnis Jasa Titip buat Kamu yang Doyan Belanja

6 Trik Sukses Bisnis Jasa Titip buat Kamu yang Doyan Belanja
stocksnap.com
Intinya Sih
Gini Kak
  • Bisnis jasa titip beli memungkinkan seseorang berbelanja untuk orang lain dengan sistem katalog produk, menawarkan keuntungan tanpa modal besar dan risiko kecil bagi pembeli.
  • Pemilihan jenis barang, lokasi pembelian, serta pembuatan katalog di media sosial menjadi langkah penting agar bisnis terlihat profesional dan menarik minat pelanggan.
  • Kepercayaan pelanggan dibangun lewat transparansi harga, sistem pembayaran aman seperti DP dan pelunasan, serta jaminan uang kembali jika barang tidak sesuai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa bilang bisnis bikin mumet? Di zaman serba modern ini, apa saja bisa jadi peluang, asalkan cermat mencari celah dan tepat mengeksekusinya. 

Salah satu bisnis yang lagi nge-tren sekarang adalah jasa titip beli atau personal shopper. Bisnis ini memungkinkan kamu untuk belanja sepuasnya tapi gak bikin kantong kering, justru malah untung. Nilai plusnya lagi, kamu bisa menjalankannya nyaris tanpa modal, lho. Gimana caranya?

Table of Content

1. Mengenal sistem kerja personal shopper atau jasa titip beli

1. Mengenal sistem kerja personal shopper atau jasa titip beli

pixabay.com/gonghuimin468
pixabay.com/gonghuimin468

Sesuai namanya, pekerjaan ini menawarkan jasa untuk menitipkan belanjaan. Bukan belanja random sesuai request seperti kebanyakan jasa transportasi online, tapi kamu sendiri yang menentukan katalog produk. 

Misalnya tas, aksesoris wanita, atau apapun yang akan kamu beli langsung ke tempat jualnya. Orang bisa tinggal pilih barang dari katalog kamu. Lalu, membayar sesuai harga barang plus jasa pembelian.

Tentu saja menguntungkan. Banyak orang doyan belanja online, tapi ragu karena takut kondisi barang tak sesuai foto. Kamu bisa memanfaatkan peluang ini.

Banyak yang lebih tertarik belanja lewat personal shopper daripada ke online shop pada umumnya. Sebab, ongkir yang harus mereka bayar biasanya lebih murah, atau risiko barang rusak saat pengiriman lebih kecil.

Kelebihan lain? Kamu bisa sekalian jalan-jalan dan belanja sepuasnya. Refreshing kecil yang bikin bahagia, kan?

2. Tentukan jenis barang yang akan kamu jual

pexels.com/Baudolino
pexels.com/Baudolino

Jenis barang yang kamu jual bisa menentukan ramai tidaknya bisnismu. Pastikan produk tersebut tak tersedia di kotamu, jadi kamu punya nilai eksklusivitas.

Perhatikan harga barang sesuai dengan target pasarmu. Jangan sampai kamu menjual barang harganya jutaan rupiah ke anak-anak SMA atau kuliahan.

3. Tentukan tempat kamu membeli barang

stocksnap.com
stocksnap.com

Kalau bisa, barang-barang tersebut dibeli dalam satu lokasi. Seperti di mall yang hampir semua jenis produk ada. Selain itu, pilih kota yang tak terlalu jauh dari tempat tinggalmu agar mudah menjangkaunya. Kedua tips tersebut bisa menekan biaya akomodasimu.

Datanglah ke tempat jual merk atau brand asli barang, bukan ke gerai retail yang belum pasti keasliannya. Percaya deh, para pembeli pasti tambah yakin untuk belanja di kamu.

4. Buat katalog produk di media sosial

rawpixel.com
rawpixel.com

Tentukan dulu media sosial yang ingin kamu jadikan lapak berjualan. Apakah Instagram, Facebook, Line, dan sebagainya.

Datang dan foto langsung produknya di tempat. Jangan lupa tunjukkan label harga barang. Unggah katalog ke sosmed kamu, jangan lupa beri deskripsi barang sebagai caption.

Soal katalog dan sistem pesanan, kamu bisa mengolahnya sesuai keinginan. Misal sistem pre-order sepekan sekali, dua pekan sekali, dan sebagainya.

5. Kalkulasi biaya dan tentukan tarif

rawpixel.com
rawpixel.com

Ini juga perlu kamu pikirkan dengan matang. Jangan sampai perhitunganmu meleset dan malah rugi. Catat dengan teliti berapa biaya akomodasi dari tempat tinggal ke kota tujuanmu. Mulai dari bensin, tol, tenagamu, hingga konsumsi satu kali perjalanan.

Biasanya, para personal shopper mematok harga Rp 15-25 ribu per barang, tergantung jauh dekatnya tempat pembelian.

6. Bagaimana cara mendapat kepercayaan pelanggan?

rawpixel.com
rawpixel.com

Penting sekali untuk menjadi online shop yang bisa dipercaya. Karena ketika servis yang diberikan baik, nama baikmu akan menyebar dari mulut ke mulut, begitu juga saat kamu mengecewakan.

Kekhawatiran pertama para calon buyer pasti soal valid atau tidaknya bisnis kamu. Sebab, online shop sangat rawan penipuan. Untuk meyakinkan, kamu bisa memberlakukan sistem DP dan pelunasan, serta jaminan uang kembali ketika barang tak sesuai atau rusak.

Kamu bisa juga memiliki beberapa platform berjualan. Misalnya punya akun di website e-commerce yang lebih terjamin sekuritasnya dari penipuan.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam memulai jasa titip beli. Apapun bidangnya, pastikan kamu mengelolanya dengan penuh tanggung jawab, ya. Good luck!

FAQ seputar Trik Sukses Bisnis Jasa Titip buat Kamu yang Doyan Belanja

Apa keuntungan menjalankan bisnis jasa titip?

Keuntungan jastip adalah modal minim, risiko kecil, fleksibel dijalankan, dan bisa menghasilkan cuan dari selisih harga serta biaya jasa titip.

Apakah jasa titip harus selalu pre order?

Tidak selalu, jastip bisa pre order atau ready stock, namun sistem pre order lebih aman karena barang dibeli setelah ada pesanan dari pelanggan.

Bagaimana cara menentukan harga jasa titip?

Harga ditentukan dari biaya beli, ongkos perjalanan, kesulitan barang, serta margin keuntungan yang wajar agar tetap menarik bagi pelanggan.

Apa risiko dalam bisnis jasa titip?

Risiko jastip meliputi barang tidak sesuai, keterlambatan pengiriman, atau pembeli cancel sehingga perlu sistem yang jelas untuk mengantisipasi.

Bagaimana cara promosi jasa titip agar laris?

Promosi bisa lewat media sosial dengan foto menarik, testimoni pelanggan, update produk rutin, serta menawarkan promo agar menarik minat beli.

Share
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
Jumawan Syahrudin
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Business

See More