Jokowi Beri Peringatan ke Kepala Daerah Soal Daya Beli Masyarakat

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengingatkan kepala daerah untuk segera merealisasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) demi meningkatkan daya beli masyarakat.
Rendahnya peredaran uang di tingkat kabupaten, menurut Jokowi, berdampak pada lemahnya daya beli masyarakat. Untuk itu, dia mendesak para kepala daerah untuk segera merealisasikan anggaran agar peredaran uang di daerah meningkat.
"Uang beredar di kabupaten bapak/ibu semuanya sangat rendah. Kalau peredaran uang rendah, artinya daya beli juga gak kuat. Segera keluarkan," kata Jokowi dalam pengarahan kepada kepala daerah seluruh Indonesia, dikutip dari saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/8/2024).
1. Realisasi belanja kabupaten/kota baru 31 persen

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta para kepala daerah untuk menjaga daya beli masyarakat dengan mempercepat realisasi belanja APBD. Dia menyoroti rendahnya realisasi belanja di tingkat kabupaten/kota, yang baru mencapai 31 persen, dan menilai angka tersebut masih sangat kecil.
"Tolong dijaga daya beli rakyat dengan apa? Segera merealisasikan APBD-nya. Secepatnya karena sampai saat ini, realisasi belanja di kabupaten/kota masih diangka 31 persen, kecil sekali ini," tuturnya.
2. Realisasi belanja provinsi lebih baik tapi masih minim

Jokowi menyebut realisasi belanja di tingkat provinsi lebih baik dibandingkan kabupaten/kota, yakni mencapai 41 persen. Namun, dia menilai angka tersebut masih tergolong kecil dan perlu ditingkatkan.
Untuk itu, dia meminta agar kepala daerah terus memantau dan mendorong percepatan belanja APBD, sehingga uang dapat segera beredar di masyarakat dan perputaran ekonomi di seluruh tingkatan, mulai dari kabupaten, kota, hingga provinsi, dapat berjalan lebih baik.
"Tolong dicek dan didorong lagi agar uang yang ada di APBD ini segera beredar di masyarakat," ujar Jokowi.
3. Jokowi apresiasi pengendalian tingkat inflasi di daerah

Di sisi lain, Jokowi menyampaikan upaya pengendalian inflasi telah berjalan dengan baik. Dia menyatakan apresiasinya kepada seluruh gubernur, bupati, dan walikota atas kontribusi mereka.
Menurutnya, kepala daerah berperan dalam menjaga inflasi di Indonesia pada tingkat yang sangat baik dibandingkan dengan negara-negara lain.
"Inflasi kita pada posisi yang sangat baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Terakhir di angka 2,13 persen, sebelumnya 2,58 persen. Sangat bagus sekali," ujar Jokowi.


















