Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Ancam Kenakan Biaya Lebih Tinggi jika Korsel Tolak Proyek LNG Alaska
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump mengancam menaikkan, bahkan menggandakan, biaya bagi Korea Selatan jika Seoul tidak segera menyetujui investasi proyek LNG Alaska.
  • Seoul belum mengambil keputusan final dan masih meninjau partisipasi berdasarkan aspek komersial serta hukum; proyek ini mencakup pipa 1.298 kilometer menuju Alaska selatan.
  • Trump juga mengumumkan proyek EOR senilai 8,4 miliar dolar AS, mengejutkan Seoul yang menyatakan proyek itu tidak tercakup dalam kesepakatan investasi strategis bilateral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan biaya lebih tinggi kepada Korea Selatan (Korsel) jika Seoul menolak berinvestasi dalam proyek gas alam cair (LNG) Alaska. Trump bahkan mengatakan biaya tersebut dapat digandakan apabila Korsel tidak segera menyepakati proyek itu.

Dilansir The Korea Times, ancaman tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (2/10/2026) waktu setempat, dua hari setelah ia mengumumkan keterlibatan Korea Selatan dalam proyek LNG Alaska. Seoul menyatakan belum mengambil keputusan final terkait partisipasi tersebut.

1. Trump minta Korsel segera sepakati proyek LNG Alaska

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (commons.wikimedia.org/The White House)

Ketika ditanya mengenai keputusan Seoul yang belum menandatangani kesepakatan, Trump mengatakan, "Kalau mereka tidak mau melakukannya, tidak masalah bagi saya. Saya akan mengenakan biaya lebih tinggi."

Trump lantas menambahkan, "Beri tahu mereka, jika mereka tidak segera menandatanganinya, saya akan menggandakannya."

Belum jelas apa yang dimaksud Trump dengan biaya tersebut. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick sebelumnya mengatakan Korea Selatan akan menginvestasikan lebih dari 50 miliar dolar AS (setara Rp894,43 triliun) dalam proyek LNG Alaska.

2. Seoul masih meninjau partisipasi dalam proyek tersebut

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (commons.wikimedia.org/Republic of Korea)

Pihak Korsel mengatakan bahwa keputusan untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut belum final. Seoul masih melakukan peninjauan berdasarkan pertimbangan komersial dan hukum.

Proyek LNG Alaska mencakup pembangunan pipa sepanjang 1.298 kilometer dari North Slope menuju Alaska bagian selatan untuk mengangkut gas alam yang setelah itu didinginkan menjadi bentuk cair sebelum dikirim ke Asia.

Korea Selatan sebelumnya berkomitmen menginvestasikan 350 miliar dolar AS (setara Rp6.260,98 triliun) di AS berdasarkan kesepakatan perdagangan kedua negara pada Oktober 2025 sebagai imbalan atas tarif AS yang lebih rendah terhadap barang Korea Selatan. Proyek pembangkit listrik bertenaga gas siklus gabungan di Texas menjadi yang pertama dalam komitmen tersebut.

3. Trump juga umumkan proyek EOR senilai 8,4 miliar dolar AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/The White House)

Mengutip Yonhap News Agency, Trump pada Jumat juga mengumumkan proyek pengurasan minyak tahap lanjut (EOR) senilai 8,4 miliar dolar AS (Rp150,26 triliun) melalui Truth Social. Ia mengatakan kesepakatan dengan Korea Selatan "terus membaik", tetapi tidak memberikan perincian proyek tersebut.

Pengumuman itu mengejutkan Seoul karena pemerintah Korsel menilai proyek EOR tidak termasuk dalam kesepakatan investasi strategis bilateral. Seorang pejabat Kementerian Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel (MOTIR) mengatakan kesepakatan investasi strategis kedua negara terbatas pada hal-hal yang tercantum dalam lembar fakta bersama dan siaran pers.

"Melalui saluran perdagangan, kami telah meminta keterangan dari pihak AS (mengenai pengumuman itu)," kata pejabat tersebut kepada Yonhap melalui telepon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article