Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyampaikan bahwa minyak yang diperoleh melalui kesepakatan baru dengan Venezuela akan dialokasikan untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis AS. Lewat unggahan di platform Truth Social pada Minggu (30/8/2026), Trump menyalahkan eks Presiden Joe Biden atas kondisi cadangan yang nyaris kosong dan menyatakan pengisian penuh akan segera dimulai, dengan pasokan dari kesepakatan tersebut disebut sebagai hadiah Venezuela bagi rakyat AS.
Persediaan cadangan minyak strategis AS turun menjadi sekitar 290 juta barel per 21 Agustus 2026, mendekati titik terendah dalam 44 tahun akibat pengambilan stok pada masa pemerintahan Biden dan Trump untuk menghadapi gangguan pasokan global, termasuk invasi Rusia ke Ukraina serta konflik AS-Israel dengan Iran. Kapasitas maksimum cadangan nasional itu mencapai 714 juta barel, sementara pengaruh kesepakatan tersebut terhadap pengemudi di AS dalam jangka pendek masih belum dapat dipastikan.
