Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Uni Eropa Desak Klausul untuk Lindungi Industri dari AS

Uni Eropa Desak Klausul untuk Lindungi Industri dari AS
Bendera Uni Eropa (unsplash.com/Antoine Schibler)
Intinya sih...
  • Detail kesepakatan tarif pada Juli 2025 antara Uni Eropa dan AS: Pada Juli 2025, AS akan menerapkan tarif impor sekitar 15 persen terhadap sebagian besar barang asal Uni Eropa.
  • Kekhawatiran negara Uni Eropa atas lonjakan impor dan dampak industri: Para duta besar 27 negara UE di Brussel menyetujui posisi bersama yang meminta wewenang jelas untuk menangguhkan sebagian atau seluruh penghapusan bea masuk barang AS jika lonjakan impor mengancam kerusakan serius pada industri Eropa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat meminta klausul pengaman dan peninjauan dalam kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (28/11/2025). Langkah ini dilakukan untuk melindungi industri dari lonjakan impor barang Amerika yang berpotensi merusak pasar domestik.

Para duta besar Uni Eropa di Brussel menekankan mandat untuk memantau dampak tarif hingga akhir 2028 untuk mengevaluasi ulang skema dagang lintas Atlantik yang dinilai timpang bagi manufaktur Eropa. Kekhawatiran ini mencakup sektor otomotif, semikonduktor, dan baja, di mana impor AS bisa memicu penutupan pabrik serta hilangnya lapangan kerja secara cepat.​

1. Detail kesepakatan tarif pada Juli 2025 antara Uni Eropa dan AS

Pada Juli 2025, Gedung Putih merilis lembar fakta yang menjelaskan, AS akan menerapkan tarif impor sekitar 15 persen terhadap sebagian besar barang asal Uni Eropa, termasuk mobil, obat generik dan semikonduktor, menggantikan rencana awal tarif lebih tinggi dan menaikkan beban bea yang sebelumnya 0 persen untuk sejumlah produk strategis.

Dalam dokumen itu dijelaskan pula Uni Eropa akan menghapus semua tarif atas barang industri AS tertentu, serta menurunkan atau meniadakan bea masuk untuk produk seperti pesawat dan komponennya, beberapa bahan kimia, peralatan semikonduktor, dan sebagian produk pertanian bernilai tinggi.

“Kesepakatan ini membawa stabilitas bagi dua mitra dagang terbesar dunia,” kata Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen, dilansir BBC.

2. Kekhawatiran negara Uni Eropa atas lonjakan impor dan dampak industri

Para duta besar 27 negara UE di Brussel menyetujui posisi bersama yang meminta wewenang jelas untuk menangguhkan sebagian atau seluruh penghapusan bea masuk barang AS jika lonjakan impor mengancam kerusakan serius pada industri Eropa.

Dalam rancangan tersebut, negara anggota meminta Uni Eropa diberi mandat untuk menyelidiki dan merekomendasikan langkah pengamanan apabila data menunjukkan peningkatan tajam impor dari AS di sektor tertentu, serta menekankan tindakan itu harus dapat dilakukan cepat untuk mencegah penutupan pabrik atau hilangnya lapangan kerja.

“Uni Eropa harus memastikan kebijakan perdagangannya tidak melemahkan basis industrinya sendiri,” kata seorang pejabat Uni Eropa, dilansir Yahoo Finance.​

3. Proses legislasi di Uni Eropa dan tekanan tambahan terhadap tarif AS

Teks kompromi negara anggota Uni Eropa menyertakan permintaan agar Uni Eropa memantau dampak perubahan tarif terhadap pasar internal dan menyampaikan laporan resmi paling lambat akhir 2028, tepat setelah pemilihan presiden AS berikutnya, sebagai dasar evaluasi apakah skema tarif dan pengamanan perlu diperpanjang atau disesuaikan.

Parlemen Eropa dijadwalkan menetapkan posisi resminya pada akhir Januari 2026 dan tengah mengkaji usulan tambahan berupa klausul kedaluwarsa 18 bulan (sunset clause) serta mekanisme tanggapan jika AS menyimpang dari kesepakatan tarif. Dalam rancangan yang dibahas, sejumlah anggota parlemen juga mendesak agar Uni Eropa menekan AS mencabut tarif 50 persen yang diberlakukan pada Agustus 2025 terhadap 407 produk baja dan aluminium turunan, termasuk turbin angin dan sepeda motor.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

HP Bakal PHK 6 Ribu Pekerja imbas Adopsi AI

30 Nov 2025, 12:07 WIBBusiness