Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kembali Manjakan Investor, Disney Naikkan Dividen di 2026

Logo Disney+ (press.disneyplus.com)
Logo Disney+ (press.disneyplus.com)
Intinya sih...
  • Disney kembali membayar dividen pada 2024 setelah menghentikannya pada 2020, dengan kenaikan dividen tahunan sebesar US$1,50 untuk 2026.
  • Kenaikan dividen Disney mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kesehatan keuangan perusahaan, meskipun dividen yield-nya hanya sekitar 1,29%.
  • Saham Disney ditutup di level US$115,88 pada 9 Januari, naik dari titik terendah 52 minggu di sekitar US$80, dengan mayoritas analis memberi peringkat "Strong Buy".
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Baik disukai maupun dikritik, Disney (DIS) tetap menjadi salah satu perusahaan yang paling sering diperhatikan investor. Setiap langkahnya selalu memicu pertanyaan: langkah besar apa berikutnya di industri media? Seberapa besar pendapatan film Marvel terbaru? Berapa harga tiket taman hiburan yang akan datang? Dan yang tak kalah penting, ke mana arah saham Disney selanjutnya?

Setelah menghentikan pembagian dividen pada 2020, Disney kembali membayar dividen dalam jumlah terbatas pada Januari 2024 dan meningkatkannya secara bertahap. Menjelang akhir 2025, perusahaan mengumumkan dividen tahunan sebesar US$1,50 untuk 2026, yang akan dibayarkan dalam dua tahap masing-masing US$0,75. Lantas, apa arti kenaikan dividen ini bagi investor, dan apakah sekarang saat yang tepat untuk membeli saham Disney?

Apa makna kenaikan dividen Disney?

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Dengan kenaikan terbaru ini, dividen yield Disney berada di kisaran 1,29%. Angka tersebut memang jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan berdividen tinggi seperti Verizon yang menawarkan yield di atas 6%. Artinya, dividen Disney bukan faktor utama penentu keputusan investasi.

Menurut Dean Lyulkin, CEO Cardiff, fokus investor seharusnya tidak hanya pada besarnya dividen. Disney, katanya, masih memiliki kemampuan menghasilkan laba yang solid sehingga keberlanjutan dividen relatif aman.

Sementara itu, Deon Strickland, Ph.D., penasihat keuangan di Scholar Advising, menilai dividen lebih penting sebagai sinyal kekuatan perusahaan. Perusahaan yang mampu menaikkan dividen menunjukkan kondisi keuangan yang sehat, karena perusahaan lemah tidak akan sanggup mempertahankan pembayaran dividen secara konsisten.

Kinerja saham Disney: Angka dan valuasi

Ilustrasi mengamati pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi mengamati pasar saham (freepik.com)

Pada 9 Januari, saham Disney ditutup di level US$115,88, naik signifikan dari titik terendah 52 minggu di sekitar US$80. Meski demikian, harga tersebut masih jauh dari rekor tertingginya yang mendekati US$200, membuka ruang kenaikan jika sentimen membaik.

Berdasarkan data TipRanks, mayoritas analis memberi peringkat “Strong Buy” dengan target harga rata-rata US$137,75 dan target tertinggi US$152. Sementara itu, Zacks Investment Research memberi rekomendasi “Hold”, dengan catatan bahwa valuasi saham Disney saat ini terlihat relatif murah.

Pandangan para ahli

Ilustrasi seorang wanita memerhatikan pergerakan pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi seorang wanita memerhatikan pergerakan pasar saham (freepik.com)

David Hoare dari Value Investing Now menilai Disney sebagai perusahaan yang kokoh. Ia menyoroti bahwa industri hiburan menyumbang sekitar US$1 triliun per tahun terhadap PDB Amerika Serikat, dan Disney merupakan pemain utama di sektor tersebut.

Hoare juga menekankan peningkatan signifikan pada layanan streaming Disney dalam lima tahun terakhir. Bahkan jika kunjungan ke taman hiburan turun sekitar 10%, selama biaya operasional tetap terkendali, segmen tersebut masih dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan secara keseluruhan.

Namun, tidak semua investor sepakat. Lyulkin berpendapat bahwa meskipun Disney memiliki waralaba ikonik dan taman hiburan kelas dunia, persaingan di industri media kini semakin ketat. Menurutnya, Disney tidak lagi menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari peluang terbaik di sektor media, karena banyak pesaing yang bergerak lebih cepat dan agresif.

Kenaikan dividen Disney di 2026 memang bukan alasan utama untuk membeli saham ini. Namun, langkah tersebut mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Dengan valuasi yang masih di bawah rekor tertinggi dan bisnis yang terus beradaptasi, Disney tetap menarik bagi investor jangka panjang yang siap menghadapi persaingan ketat di industri media.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

8 Trik Hemat Belanja di Swalayan biar Dompet Gak Kelabu

18 Jan 2026, 23:00 WIBBusiness