Jakarta, IDN Times - Usaha rumahan yang awalnya hanya memproduksi peyek saat musim Lebaran berhasil berkembang menjadi bisnis kuliner dengan beragam produk. Kisah tersebut dialami Jufriyah, pelaku UMKM asal Kota Serang, Banten, yang mengembangkan usaha Ria Barokah dengan dukungan program pemberdayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Manfaatkan LinkUMKM, Usaha Kuliner Jufriyah Makin Dikenal Pasar

1. Berawal dari usaha peyek rumahan untuk menambah penghasilan keluarga
Pemilik UMKM Ria Barokah, Jufriyah, mengungkapkan bahwa usahanya bermula dari produksi peyek yang hanya dibuat secara musiman untuk memenuhi pesanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Saat itu, ia menjalankan usaha sambil menerima jasa jahit untuk membantu menambah penghasilan keluarga. Seiring waktu, Jufriyah mulai mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal untuk mendukung pengembangan bisnisnya.
Tak hanya menjual peyek, ia kemudian memperluas lini usaha dengan memproduksi ayam goreng, paket nasi box, hingga Tepung Fried Chicken Ria Barokah yang kini menjadi salah satu produk unggulannya.
Produk tepung serbaguna tersebut dapat digunakan untuk berbagai olahan makanan, mulai dari ayam goreng, kulit ayam crispy, jamur, tempe, hingga aneka gorengan lainnya.
2. Pelatihan dan sertifikasi bantu tingkatkan daya saing usaha
Dalam proses mengembangkan bisnisnya, Jufriyah bergabung dengan program LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI Serang. Melalui platform tersebut, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pendampingan yang membantu meningkatkan kapasitas usahanya.
"Saya memutuskan untuk selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan LinkUMKM, mulai dari media sosial hingga pelatihan daring. Dari kegiatan tersebut saya mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan yang bermanfaat bagi usaha yang saya jalankan," ujarnya.
Salah satu manfaat yang ia rasakan adalah akses sertifikasi halal gratis serta dukungan kemasan full printing untuk produk Tepung Fried Chicken Ria Barokah.
Menurut Jufriyah, peningkatan kualitas kemasan turut berdampak pada penjualan produknya.
"Alhamdulillah dengan kemasan yang mendukung, penjualan ikut meningkat dan produk menjadi lebih mudah dikenali. Saya sebagai pemilik usaha juga menjadi lebih percaya diri dalam memasarkan produk karena kemasannya lebih baik," tuturnya.
3. Produk kini dipasarkan hingga luar Banten
Selain memanfaatkan pelatihan dan pendampingan, Jufriyah juga menggunakan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi usaha sehari-hari.
Saat ini, produk-produk Ria Barokah dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari penjualan langsung, reseller, pameran, media sosial, hingga Etalase LinkUMKM. Jangkauan pasarnya pun telah meluas dari Kota Serang ke berbagai wilayah di Banten hingga luar provinsi.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai kisah Jufriyah menunjukkan bahwa UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang ketika didukung akses pembelajaran dan pengembangan usaha yang tepat.
"Langkah kecil yang dimulai dari usaha rumahan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang lebih besar ketika dijalankan dengan konsisten. Kemampuan menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus memanfaatkan berbagai peluang pengembangan usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM," ujar Akhmad.
Ia menegaskan BRI akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. (WEB)