Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Ditutup Melemah Seharian ke Rp17.804 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Melemah Seharian ke Rp17.804 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.804 per dolar AS, turun 10 poin atau 0,06 persen pada perdagangan Jumat, seiring pelemahan mayoritas mata uang Asia.
  • Penguatan dolar AS dipicu ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed setelah pertemuan FOMC, membuat indeks dolar mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun.
  • Kekhawatiran pasokan minyak mentah global dan konflik geopolitik memperkuat dolar, sementara keputusan MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang menjaga kepercayaan investor domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah pada level Rp17.804 per dolar AS pada perdagangan Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan Bloomberg, rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,06 persen.

1. Rincian mata uang di Asia bergerak melemah

Daftar mata uang di Asia bergerak melemah dengan rincian:

  • Bath Thailand melemah 0,23 persen
  • Ringgit Malaysia melemah 0,62persen
  • Yuan China melemah 0,11 persen
  • Rupee India melemah 0,14 persen
  • Pesso Filipina melemah 0,33 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,03 persen.

2. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed picu penguatan dolar AS

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring kembali menguatnya mata uang Negeri Paman Sam tersebut setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menjadi faktor utama yang mendorong penguatan dolar.

"Indeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun," ucapnya.

3. Ada kekhawatiran pasar terkait belum pulihnya pasokan minyak mentah dunia

Selain faktor kebijakan moneter, kekhawatiran pasar terhadap belum pulihnya pasokan minyak mentah dunia akibat dampak konflik geopolitik juga turut memberikan dukungan bagi penguatan dolar AS. Ketidakstabilan pasokan energi dinilai berpotensi menjaga tekanan inflasi global dan mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market/EM). Keputusan tersebut dinilai mampu menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia dan memberikan dukungan bagi stabilitas rupiah.

"BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan kedepannya paling tidak 50 bps lagi. Dengan demikian, pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS," tegasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More