Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
William Utomo Dorong Investor Muda Lebih Kenali Beragam Kelas Aset
Founder dan COO IDN William Utomo dalam Fortune Indonesia Investment Forum 2026 di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • William Utomo menilai literasi keuangan generasi muda perlu diperluas karena pilihan investasi semakin beragam.
  • Investor dapat mempertimbangkan pasar uang, pendapatan tetap, saham Amerika Serikat, ETF Amerika Serikat, kripto, dan aset lainnya.
  • Fortune Indonesia Investment Forum menghadirkan pembicara beragam untuk membantu peserta mempertimbangkan pendekatan sesuai profil investasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dalam tiga tahun terakhir

Kripto mengalami bull run yang sangat masif.

dalam dua setengah tahun terakhir

Saham Indonesia mulai mengalami bull run, meski tidak terjadi pada tahun ini.

enam bulan terakhir

Kripto terkoreksi.

pekan lalu

Kripto kembali pulih.

Sabtu (29/8/2026)

William Utomo menyampaikan tujuan mendemokratisasi literasi keuangan bagi investor generasi muda dalam Fortune Indonesia Investment Forum 2026 di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    William Utomo mendorong investor muda mengenali beragam kelas aset dan gaya investasi.
  • Who?
    Founder dan COO IDN William Utomo serta peserta Fortune Indonesia Investment Forum.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Sabtu (29/8/2026).
  • Why?
    Literasi keuangan generasi muda dinilai perlu diperluas seiring makin beragamnya pilihan investasi.
  • How?
    Fortune Indonesia Investment Forum menghadirkan pembicara dengan latar belakang beragam dan membahas berbagai kelas aset.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

William Utomo bilang anak muda perlu tahu banyak pilihan investasi. Ada uang tunai, pasar uang, kripto, saham Amerika Serikat, dan ETF Amerika Serikat. Ia bicara di Fortune Indonesia Investment Forum 2026 di Jakarta. William juga bilang setiap orang punya cara investasi yang berbeda, seperti jangka panjang atau menjadi trader penuh waktu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Fortune Indonesia Investment Forum menghadirkan pembicara dengan latar belakang beragam sehingga peserta dapat melihat berbagai alur pemikiran investasi. Pembahasan mengenai pasar uang, pendapatan tetap, saham Amerika Serikat, ETF Amerika Serikat, dan kripto memberi ruang bagi peserta untuk mempertimbangkan pendekatan yang sesuai dengan profil investasi masing-masing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Founder dan COO IDN William Utomo menilai literasi keuangan bagi generasi muda perlu diperluas seiring makin beragamnya pilihan investasi. Masyarakat selama ini lebih familiar dan nyaman dengan uang tunai serta pasar uang.

Hal itu terjadi karena sejak dulu terbiasa diarahkan untuk menabung, membeli deposito, dan instrumen sejenis. Namun, dalam dua setengah tahun terakhir, saham Indonesia mulai mengalami bull run atau kondisi di mana harga saham mengalami kenaikan yang relatif kuat dan berlangsung dalam jangka panjang, meski tidak terjadi pada tahun ini. Kondisi tersebut membuat semakin banyak orang tertarik masuk ke pasar saham.

"Mengapa kami menyelenggarakan Fortune Indonesia Investment Summit? Tujuannya satu. Kami ingin mendemokratisasi literasi keuangan bagi para investor generasi muda," kata dia dalam Fortune Indonesia Investment Forum 2026 di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026).

1. Kripto hingga ETF AS jadi pilihan

Founder dan COO IDN William Utomo dalam Fortune Indonesia Investment Forum 2026 di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

William mengatakan, perubahan minat investasi juga terlihat pada aset kripto. Dalam tiga tahun terakhir, kripto mengalami bull run yang sangat masif sebelum terkoreksi dalam enam bulan terakhir dan kembali pulih pada pekan lalu.

Menurutnya, kondisi pasar kripto dapat berubah dengan cepat sehingga situasinya bisa sangat berbeda jika dibandingkan antara pekan lalu dan hari ini. Karena itu, investor perlu mengetahui bahwa terdapat banyak kelas aset lain yang dapat menjadi pilihan.

Selain pasar uang, pilihan tersebut mencakup pendapatan tetap (fixed income), saham Amerika Serikat, ETF Amerika Serikat, dan sejumlah aset lainnya.

"Kami juga ingin memberi pencerahan bahwa ada banyak kelas aset lain yang bisa kita investasikan," kata William.

2. Investor perlu kenali gaya investasi

Ilustrasi investor. (IDN Times/Aditya Pratama)

William mengatakan, setiap investor perlu memahami gaya investasi masing-masing. Ada investor yang nyaman berinvestasi jangka panjang, menjadi trader penuh waktu, menyukai investasi dengan pertumbuhan tinggi (high growth), atau sekadar ingin melindungi nilai (hedge) dari inflasi.

Untuk itu, William menyampaikan bahwa Fortune Indonesia Investment Forum menghadirkan pembicara dengan latar belakang yang beragam. Dengan begitu, peserta dapat melihat berbagai alur pemikiran dan mempertimbangkan pendekatan yang sesuai dengan profil investasi masing-masing.

"Anda bisa merenungkan diri dan melihat apakah Anda sebaiknya mengikuti alur pemikiran tertentu berdasarkan profil Anda," katanya.

3. Bangun keyakinan dalam berinvestasi

Ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

William menuturkan, hal yang dipaparkan tersebut menjadi prinsip dalam menjalankan Fortune Indonesia Investment Forum. Forum diharapkan membuat peserta memiliki kejelasan mengenai arah dunia saat ini setelah mengikuti rangkaian acara.

Peserta juga diharapkan mengetahui berbagai pilihan investasi yang tersedia serta memiliki keyakinan yang lebih kuat dan lebih baik dalam menginvestasikan modal hasil kerja keras. Fortune Indonesia Investment Forum menjadi gambaran dari upaya tersebut.

"Anda semua bisa belajar banyak, dan kami berharap bersama-sama kita dapat mendemokratisasi literasi keuangan bagi para investor generasi penerus," ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article