Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berapa Persen Gaji yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Investasi?

3 min read
Berapa Persen Gaji yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Investasi?
ilustrasi mengelola keuangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Alokasi investasi sekitar 10% dari pendapatan dapat menjadi titik awal bagi pemula, dengan konsistensi sebagai fokus utama dan porsi ditingkatkan saat kondisi keuangan membaik.
  • Target 15% pendapatan dapat digunakan untuk investasi jangka panjang, tetapi peningkatannya sebaiknya bertahap sesuai kemampuan, pendapatan, pengeluaran, utang, tanggungan, dan tujuan keuangan.
  • Kebutuhan pokok, cicilan penting, utang berbunga tinggi, serta dana darurat perlu diprioritaskan agar investasi tidak mengganggu keamanan finansial atau memaksa penjualan aset saat darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menentukan porsi gaji untuk investasi sering terasa membingungkan, terutama ketika kebutuhan bulanan dan tabungan juga harus dipenuhi. Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua orang, tetapi kisaran tertentu dapat digunakan sebagai titik awal. Jumlah yang dialokasikan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan kita.

Investasi juga sebaiknya tidak dilakukan dengan mengorbankan kebutuhan dasar atau dana darurat. Besarnya porsi yang ideal bergantung pada pendapatan, utang, tanggungan, tujuan keuangan, dan kapan kita mulai berinvestasi. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan persentasenya.

  1. 1. Mulai dari sekitar 10 persen jika baru berinvestasi

    ilustrasi uang
    ilustrasi uang (freepik.com/pvproductions)

    Bagi yang baru mulai, mengalokasikan sekitar 10 persen dari pendapatan untuk investasi dapat menjadi titik awal yang realistis. Angka ini bukan aturan mutlak, tetapi cukup untuk membantu membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin tanpa terlalu membebani kebutuhan sehari hari. Konsistensi justru lebih penting karena investasi membutuhkan waktu agar dana memiliki kesempatan untuk berkembang.

    Misalnya, jika penghasilan bersih kita mencapai Rp5 juta per bulan, maka Rp500 ribu dapat dialokasikan untuk investasi. Ketika kondisi keuangan semakin stabil, porsinya bisa dinaikkan secara bertahap tanpa harus langsung mengurangi kebutuhan penting. Kenaikan gaji juga dapat menjadi kesempatan untuk menambah investasi sehingga peningkatan porsi tidak terlalu terasa bagi anggaran bulanan.

  2. 2. Target 15 persen menjadi patokan jangka panjang

    ilustrasi uang
    ilustrasi uang (unsplash.com/Alexander Mils)

    Setelah kondisi keuangan lebih stabil, sekitar 15 persen pendapatan dapat digunakan sebagai salah satu target investasi jangka panjang. Angka ini sering digunakan dalam perencanaan keuangan, terutama untuk membantu mempersiapkan kebutuhan masa depan seperti pensiun. Namun, kita tidak perlu memaksakan diri mencapai angka tersebut sejak awal jika penghasilan dan pengeluaran belum memungkinkan.

    Kita yang baru memulai bisa meningkatkan porsi sedikit demi sedikit, misalnya dari 10 persen menjadi 12 persen sebelum mencapai 15 persen. Cara ini membuat penyesuaian anggaran terasa lebih ringan dibandingkan langsung menyisihkan jumlah besar setiap bulan. Semakin cepat kita memulai dan semakin konsisten melakukannya, semakin banyak waktu yang dimiliki investasi untuk bertumbuh.

  3. 3. Jangan mengabaikan dana darurat

    ilustrasi menabung
    ilustrasi menabung (pexels.com/kaboompics)

    Investasi tetap perlu berjalan bersama persiapan dana darurat, terutama bagi kita yang belum memiliki cadangan keuangan yang cukup. Dana ini dapat digunakan untuk menghadapi kehilangan pekerjaan, kebutuhan kesehatan, perbaikan kendaraan, atau pengeluaran mendadak lainnya. Dengan adanya dana darurat, kita tidak harus langsung menjual investasi ketika membutuhkan uang dalam situasi mendesak.

    Karena itu, kita yang belum memiliki cadangan dana tidak perlu langsung mengalokasikan seluruh uang yang tersedia ke investasi jangka panjang. Sebagian dana dapat diprioritaskan terlebih dahulu untuk membangun tabungan yang mudah diakses hingga mencapai jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah kondisi keuangan lebih kuat, porsi investasi dapat ditingkatkan secara bertahap tanpa mengorbankan rasa aman.

  4. 4. Sesuaikan porsi dengan kondisi keuangan

    ilustrasi mengelola keuangan
    ilustrasi mengelola keuangan (freepik.com/freepik)

    Persentase investasi tidak harus dipaksakan ketika penghasilan masih terbatas atau kita memiliki kewajiban keuangan lain. Kebutuhan pokok, cicilan penting, dan utang berbunga tinggi perlu dipertimbangkan sebelum menentukan berapa banyak uang yang dapat diinvestasikan. Memaksakan porsi terlalu besar justru dapat membuat keuangan bulanan terganggu dan investasi sulit dipertahankan.

    Sebaliknya, kita yang memiliki pendapatan lebih besar dan pengeluaran yang terkendali mungkin mampu mengalokasikan lebih dari 15 persen. Porsi tersebut juga dapat meningkat ketika utang berkurang, pendapatan bertambah, atau kebutuhan keuangan tertentu sudah terpenuhi. Jadi, angka 10 hingga 15 persen dapat dijadikan patokan awal yang tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan kita.

    Tidak ada persentase investasi yang berlaku mutlak untuk semua orang. Memulai dari sekitar 10 persen, lalu meningkatkan porsinya menuju 15 persen atau lebih dapat menjadi pendekatan yang masuk akal. Dengan cara tersebut, kita dapat berinvestasi secara konsisten tanpa mengabaikan kebutuhan pokok, dana darurat, dan kewajiban keuangan lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More