Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Win&Co dan IBM Dorong Manufaktur Cokelat Lebih Cerdas dan Efisien
Win&Co dan IBM Consulting Mengungkap Kunci di Balik Manufaktur Cokelat yang Lebih Cerdas dan Efisien. (Dok Istimewa)
  • Win&Co berkolaborasi dengan IBM Consulting dan SAP mengimplementasikan RISE with SAP untuk memodernisasi operasi manufaktur kakao dan cokelat.
  • Sistem ERP terintegrasi menggantikan platform terpisah dan spreadsheet, menyatukan data keuangan, pengadaan, rantai pasok, manufaktur, serta kualitas secara real-time.
  • Transformasi digital ini ditujukan mempercepat perencanaan dan pelaporan, memperkuat persediaan serta rantai pasok, sekaligus menyiapkan adopsi AI dan otomatisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) atau Win&Co Group memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan visibilitas operasional manufaktur kakao dan cokelat. Perusahaan berkolaborasi dengan IBM Consulting dan SAP melalui implementasi RISE with SAP sebagai bagian dari upaya memodernisasi sistem operasional.

Langkah ini dilakukan di tengah tuntutan industri manufaktur makanan yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan siklus produksi yang lebih cepat hingga transparansi operasional dan pengendalian kualitas. Sebelumnya, Win&Co menggunakan sejumlah platform ERP yang berjalan secara terpisah, sementara beberapa proses penting masih mengandalkan spreadsheet.

“Sebagai perusahaan terbuka yang tercatat di BEI, membangun sistem berbasis data merupakan langkah penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta kualitas pelaporan dan pengambilan keputusan. Melalui kolaborasi dengan IBM Consulting dan SAP, kami telah menggantikan sistem yang sebelumnya terfragmentasi menjadi sebuah platform terintegrasi yang memberikan visibilitas operasional secara real-time, mulai dari proses produksi hingga pengendalian kualitas dan pelaporan," ujar President Director Win&Co Group Sugianto Soenario, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Rabu (9/9/2026).

1. Sistem legacy hambat visibilitas operasional

D'Lanier Sugar Free Chocolate dari Win&Co Group (Dok. Win&Co)

Sebelum melakukan transformasi, Win&Co menggunakan beberapa platform ERP yang tidak saling terhubung. Kondisi tersebut membuat data tersebar di berbagai sistem sehingga perusahaan memiliki keterbatasan dalam melihat kondisi operasional secara menyeluruh.

Sejumlah proses seperti perencanaan produksi, pemantauan persediaan, dan pengendalian kualitas juga masih sangat bergantung pada spreadsheet. Selain meningkatkan beban kerja manual, kondisi ini dapat memperlambat pelaporan dan menambah risiko operasional.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, IBM Consulting berkolaborasi dengan SAP dalam menerapkan RISE with SAP sebagai platform inti digital yang terintegrasi. Platform ini mendukung berbagai fungsi bisnis Win&Co, termasuk keuangan, pengadaan, rantai pasok, manufaktur, dan manajemen kualitas.

2. RISE with SAP satukan data bisnis

Win&Co Group (COCO) Jajaki Peluang Akuisisi untuk Percepat Ekspansi Bisnis. (Dok/Istimewa).

Melalui platform baru tersebut, Win&Co mengintegrasikan data dan menyelaraskan alur kerja di seluruh entitas anak perusahaan. Perusahaan kini memiliki satu sumber data terpusat yang ditujukan untuk memberikan visibilitas operasional secara real-time.

Transformasi ini diarahkan untuk membantu perusahaan meningkatkan perencanaan produksi, memperkuat pengelolaan persediaan, serta mempercepat proses pelaporan. Ketergantungan pada rekonsiliasi manual dan sistem yang tidak terhubung juga diharapkan dapat dikurangi.

"Transformasi ini membangun fondasi operasional yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan perusahaan serta ambisi kami menjadi perusahaan makanan dan FMCG terintegrasi di tingkat regional,” ujar Sugianto Soenario.

Dengan integrasi tersebut, koordinasi antarfungsi bisnis juga dapat dilakukan lebih erat. Hal ini memungkinkan tim merespons perubahan kebutuhan produksi dan kondisi rantai pasok dengan lebih cepat.

3. Fondasi digital buka jalan ke AI

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group memperkuat strategi ekspansi regional dengan menjadikan Vietnam sebagai fokus pengembangan bisnis. (Dok/Istimewa).

Transformasi sistem tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional saat ini, tetapi juga membangun fondasi digital untuk pengembangan teknologi berikutnya, termasuk AI dan otomatisasi.

Managing Director IBM Indonesia, Juvanus Tjandra mengatakan perusahaan manufaktur menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat ketahanan operasional, serta mengambil keputusan dengan lebih cepat di tengah kondisi operasional yang sangat dinamis.

“Dengan memodernisasi infrastruktur ERP, Win&Co telah membangun fondasi digital yang terhubung dan terukur, yang dapat menyatukan data, proses, serta tim di seluruh fungsi bisnis. Fondasi ini dapat meningkatkan visibilitas operasional dan membantu mempersiapkan perusahaan untuk mengadopsi kapabilitas AI serta otomatisasi yang lebih canggih di masa mendatang,” ujar Juvanus.

Senada, Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo mengatakan di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks, perusahaan manufaktur membutuhkan fondasi digital yang mampu mengubah data menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti serta mendukung operasional yang lebih cerdas dan adaptif.

“Melalui RISE with SAP, Win&Co membangun fondasi menuju perusahaan otonom dengan mengintegrasikan proses bisnis, data, dan pengambilan keputusan di seluruh organisasi. Dengan memanfaatkan inti digital yang terintegrasi, perusahaan berada pada posisi yang lebih kuat untuk meningkatkan kelincahan operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta membuka peluang bagi inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) masa depan yang dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” kata dia.

Transformasi Win&Co tersebut mencerminkan pergeseran sektor manufaktur menuju operasional yang semakin terintegrasi dan berbasis data. Dalam rilis disebutkan, IBM CEO Study 2026 mencatat 73 persen pemimpin manufaktur global menyatakan AI mengubah cara operasional bisnis dijalankan. Transformasi digital dinilai menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing jangka panjang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article