Zulhas: Koperasi Merah Putih Pakai APBN Pasti Gagal

- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan menggunakan modal dari APBN karena dipastikan akan gagal.
- KDMP akan mendapatkan modal awal dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), tanpa menggunakan uang negara.
- Pinjaman dari Himbara tidak akan diterima dalam bentuk tunai oleh KDMP, dananya akan dialokasikan langsung pada kebutuhan belanja KDMP untuk pemberdayaan masyarakat desa.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan modal Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam diskusi bertajuk Food Sovereignty for Economic Growth di Indonesia Summit 2025 Day 2, The Tribarata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025), Zulhas mengatakan jika KDMP mendapatkan modal dari APBN, pasti akan gagal. Karena uang negara tak akan kembali.
"Kalau pakai APBN, pasti gagal. Misalnya APBN ya, tarik kasih APBN berapa? Satu koperasi dikasih Rp1 miliar, dipinjam, pasti enggak balik," kata Zulhas.
Zulhas mengatakan, KDMP bisa mendapatkan modal awal dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara), melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jadi, tak ada uang negara yang bisa diambil.
"Tidak pakai uang APBN, apa yang mau diambil? Tidak ada uang APBN," ucap Zulhas.
Selain itu, pinjaman dari Himbara pun tak akan diterima dalam bentuk tunai oleh KDMP. Karena, dananya akan dialokasikan langsung pada kebutuhan belanja KDMP.
"Jadi koperasi enggak mengeluarkan uang," tutur Zulhas.
Zulhas mengatakan, KDMP adalah program pemberdayaan masyarakat. Harapannya, masyarakat desa bisa lebih produktif, dan ekonomi desa bisa tumbuh.
"Masyarakat harus mau belajar. Kita pikirkan bisnisnya, kita kasih model bisnis yang menguntungkan, ada tujuh gerai. Pasti menguntungkan, tapi harus kerja keras, harus mau belajar," ujar Zulhas.